Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Ancaman Hoax di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh: Ayu Saputri*

Penyebaran Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) semakin memprihatinkan di dunia. Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, dan kini telah menyebar luas ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Indonesia saat ini tidak hanya diserang pandemi Covid-19 yang parah. Namun seiring masuknya pandemi tersebut, Indonesia juga diserang oleh berita hoax atau berita bohong yang marak di berbagai media sosial.

Ancaman Hoax di Tengah Pandemi Covid-19
Foto oleh Joshua Miranda dari Pexels

Hoax adalah suatu informasi yang isi berita sebenarnya ditambah-tambahi atau dikurang-kurangi. Dalam hoax terdapat unsur manipulasi yang tujuannya mendapatkan respon dari banyak orang dan menjadi viral. Salah satu contohnya adalah berita penyebaran Covid-19 di suatu tempat yang belum dipastikan kebenaranya. Hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat di sekitar tempat tersebut. Bahkan berita hoax telah menjadi masalah bangsa Indonesia. Karena dapat menimbulkan perpecahan bangsa Indonesia dan merusak tatanan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Pemicu informasi hoax memiliki banyak motif. Bahkan beberapa situs-situs sengaja dibuat untuk menyebarkan berita hoax.

Lalu apa pengaruh berita hoax di tengah pandemi Covid-19? Hoax memberikan pengaruh kepada setiap orang yang membaca atau menonton berita dan membuat setiap orang percaya dengan berita hoax seolah benar adanya. Seseorang yang menuliskan dan menyebarkan berita hoax untuk membuat setiap orang percaya terhadap berita tersebut disebut penyebar berita hoax.

Penyebaran berita hoaks sudah jelas melanggar UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik). Peraturan yang mengatur berita hoaks terdapat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 14 dan 15 tentang Peraturan Hukum Pidana (berupa tindak pidana bagi penyebar berita hoax). Serta Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik diatur dalam Pasal 28 ayat (1) yang berisi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. Oleh karena itu, jelas sekali bahwa siapa pun yang menyebarkan berita hoax baik disadari atau tidak akan terkena sanksi.

Berita haox saat ini menjadi ancaman karena dampaknya yang berbahaya dan berhubungan dengan hukum. Lalu kenapa masih banyak orang yang mempercayai berita hoax? Dan menyebarkan kembali berita tersebut tanpa mengetahui kebenarannya?

Pertama, informasi yang diterima dapat menyampaikan pendapat setiap orang. Jadi, informasi sebenarnya ditambah-tambahi atau dikurang-kurangi. Seperti seseorang atau kelompok yang tidak setuju dengan sesuatu. Ketika ada informasi yang dapat menguatkan pandangan dan sikapnya, maka seseorang akan mudah mempercayainnya. Hal ini juga berlaku untuk situasi yang sebaliknya. Seseorang atau kelompok yang terlalu setuju dengan sesuatu dan menerima informasi sesuai dengan keyakinannya, maka keinginannya untuk mengecek kebenaran informasi terlebih dahulu akan berkurang. Secara alami, keyakinan tersebut juga menjadi penyebab seseorang dengan mudahnya meneruskan berita hoax kepada orang lain.

Kedua, beberapa orang dengan mudah percaya pada berita hoax karena pengetahuan yang terbatas. Hal ini berkaitan dengan rendahnya budaya literasi masyarakat Indonesia dan menjadi jawaban terbaik mengapa berita hoax menjadi masalah bangsa Indonesia yang serius saat ini. Rendahnya pengetahuan menyebabkan seseorang tidak dapat menyaring dan mengkonfirmasi yang mana berita benar dan berita bohong (hoax).

Lalu bagaimana cara membedakan yang mana berita benar dan berita bohong (hoax)? Dan bagaimana cara mencegah meluasnya berita hoax?

1.    Selalu penasaran dan jangan langsung menyebarkan berita tanpa memeriksa kebenarannya

Karena rasa penasaran dapat membuat pemikiran lebih terbuka. Sehingga, dapat membedakan yang mana berita benar dan berita bohong (hoax).

2.    Berhati-hati dengan judul berita yang provokatif atau menghasut

Berita hoax sering menggunakan judul yang provokatif, seperti menuding langsung ke pihak tertentu. Berita tersebut juga dapat berdasarkan berita asli dari media resmi, tetapi telah dimodifikasi seperti ditambah-tambahi atau dikurang-kurangi sesuai dengan keinginan penyebar berita hoax untuk menghasilkan persepsi di masyarakat. Oleh karena itu, jika menemui berita dengan judul yang provokatif, sebaiknya cari referensi berupa berita yang serupa dari situs media resmi, lalu bandingkan isi berita tersebut sama atau berbeda. Dengan cara ini, setidaknya dapat membuat pembaca sampai pada kesimpulan yang lebih seimbang.

3.    Mencari tahu keaslian alamat situs berita

Untuk berita yang diperoleh dari situs web atau berita yang berisi tautan, harap perhatikan alamat situs web berita yang bersangkutan. Jika berasal dari situs web organisasi atau media resmi yang belum diverifikasi, seperti menggunakan domain blog, beritanya dapat dibilang mencurigakan. Banyaknya situs web yang tidak diverifikasi sebagai situs media resmi menyebabkan banyaknya berita palsu yang mungkin tersebar.

4.    Memperhatikan keaslian foto

Di era teknologi digital saat ini, tidak hanya tulisan yang dapat dimanipulasi, tetapi juga konten dalam bentuk foto dan video. Terkadang, pembuat berita palsu mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara mengecek keaslian sebuah foto adalah dengan menggunakan mesin pencari Google Images dengan cara drag and drop foto tersebut ke kolom pencarian. Hasil pencarian akan menampilkan gambar serupa untuk dapat dibandingkan.

5.    Cek keaslian berita dengan mencari tahu sumber berita

Berita biasanya dikonfirmasi oleh sumbernyaa. Ketika melihat berita akan terdapat sumbernya. Sumber berita dapat diperiksa dan dibandingkan dari siaran pers real-time atau media berita. Sehingga dapat membedakan yang mana berita sesuai fakta atau opini.

6.    Berpartisipasilah dalam kelompok diskusi anti-hoax di media sosial

Untuk mendukung gerakan anti-hoax, ada banyak kelompok di media sosial yang membahas apakah berita tersebut benar atau bohong (hoax). Dengan banyak diskusi maka akan membuat pemikiran lebih terbuka.

7.    Jika menemukan berita hoax, segera laporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika

Ketika menemukan berita hoax diharapkan segera melaporkan berita tersebut ke alamat e-mail yaitu aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Cara-cara diatas diharapkan dapat membuat orang-orang membedakan yang mana berita benar dan berita bohong (hoax). Serta mencegah meluasnya berita hoax. Sehingga, setiap orang tidak dapat tertipu dari berita hoax.

Dengan demikian, kejahatan di era digital seperti hoax dapat mengganggu setiap orang. Dalam pandemi Covid-19 ini banyak berita di media massa yang menjadi ancaman dan fakta yang membingungkan. Berita dengan kebenaran yang tidak diketahui atau hoax merupakan salah satu kejahatan yang semakin marak di media sosial. Hoax berdampak negatif bagi orang-orang yang tingkat literasinya masih rendah, sulit untuk menyaring berita yang masuk, dan sulit untuk memastikan berita yang diterima.

Sebagai generasi milenial, termasuk saya, harus dapat menyikapi dengan bijak berita tentang Covid-19 dan tetap memiliki sikap optimis agar pandemi Covid-19 dapat segera diatasi. Mulailah melakukan tindakan pencegahan seperti mengikuti edukasi tentang hoax. Edukasi tentang hoax dilakukan agar masyarakat dapat membedakan yang mana berita benar dan berita bohong (hoax). Jika seseorang telah mendapatkan edukasi tersebut, maka dapat mengedukasi orang lain terutama keluarga dan orang-orang disekitarnya. Jadi sobat dunia kampus hindari hoax yah.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana 

9 komentar untuk "Ancaman Hoax di Tengah Pandemi Covid-19"

  1. artikelnya sangat bermanfaat dan dapat membantu kita untuk lebih selektif lagi dalam menerima informasi atau berita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih putri, semoga kedepannya kita dapat menyikapi berita dengan bijak lagi agar dapat membedakan berita benar dan berita bohong (hoax)

      Hapus
  2. Artikelnya bermanfaat sekali sesuai dengan kondisi saat ini. Lewat artikel ini juga bisa tau mana berita hoax mana berita yang memang benar. Mantap dan keren sekali ,terima kasih ayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih eka, semoga kedepannya kita dapat menyikapi berita dengan bijak lagi agar dapat membedakan berita benar dan berita bohong (hoax)

      Hapus
  3. Setuju dengan tips mencegahnya,mantap terimakasih infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih lulu, boleh banget nih menerapkan tips mencegahnya di kehidupan sehari-hari agar tidak terkena berita hoax

      Hapus
  4. Terima kasih ayu, artikelnya sangat bermanfaat. Semoga kedepannya banyak orang dapat menyikapi berita dengan bijak lagi.

    BalasHapus
  5. mantep bgt artikelnya kaka ayu, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. Artikelnya sangat bermanfaat. Terima kasih Ayu Saputri karena sudah membagikan informasi penting seperti ini😊

    BalasHapus