Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bisakah Seorang Wanita Menempati Posisi Atas dalam Pekerjaannya?

Bisakah Seorang Wanita Menempati Posisi Atas dalam Pekerjaannya?
Foto oleh fauxels dari Pexels

Oleh: Radita Dayang Karuni*

Kesetaraan gender adalah hal penting yang harus dipahami semua orang dalam hal apapun. Kadang orang melupakan fakta bahwa siapapun bisa menjadi apapun dengan hasil kerja keras individu tersebut. Walaupun laki-laki dan perempuan berbeda secara biologis, namun dalam hal sosial, perlaku dan lain sebagainya itu sama. Sama halnya dengan agama, suku, ras dan etnik. Gender juga merupakan hal yang tidak dapat di diskriminasikan. Namun, diskriminasi berdasarkan gender ini masing sering terjadi disegala aspek kehidupan. Tanpa disadahri kesetaraan gender juga akan memperkuat kemampuan negara untuk berkembang, mengurangi kemiskinan, dan memerintah secara efektif. Hal ini dapat mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat karena saat ini banyaknya wanita yang harus menjadi tulang punggung untuk menghidupi keluarganya.

Saat ini kesetaraan gender dalam pendidikan sudah lebih baik dari pada zaman dahulu yang tidak memperbolehkan wanita mengenyam pendidikan. Padahal bisa kita lihat bahwa wanita juga mampu untuk mengikuti pelajaran dan malah bisa lebih baik. makanya, saat ini banyaknya wanita yang bekerja dan dalam pekerjaanya wanita juga tidak kalah dengan pria. Wanita dapat mengimbangi kemampuan pria dalam hal apapun khususnya akal atau kecerdasan.

Tidak hanya di lingkup global, hal ini juga sering ditemukan pada dunia kerja. Pada dunia kerja, kesetaraan gender merupakan perlakuan yang sama pada setiap karyawan apapun gendernya dengan peluang yang sama diperusahaan tersebut. Peluang yang dimaksud itu dengan memberi kesempatan dan pertimbangan yang sama antara karyawan laki-laki dan perempuan seperti untuk promosi, kenaikan gaji, kenaikan jabatan, kemajuan dan mengambil keputusan. Atasan harus memperhatikan penegakkan kesetaraan gender karena menurut penelitian oleh Payscale.com, "Kesenjangan upah berdasarkan gender yang terkendali, yang mengontrol jabatan, pengalaman bertahun-tahun, industri, lokasi, dan faktor kompensasi lainnya, juga telah menurun”. Itu artinya masih banyak perusahaan yang meremehkan kemampuan perempuan.

Bentuk diskriminasi gender di kantor yang dianggap remeh oleh beberapa orang. seperti ; kesempatan berkembang yang tidak sama, banyak wanita yang diremehkan dan tidak diberi kesempatan untuk mendudukan jabatan yang tinggi di perusahaan. Alasannya karena wanita akan memiliki double job yaitu tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga dan dianggap tidak akan bisa maksimal dalam pekerjaannya di kantor. Selain itu, ketidaksetaraan gaji. Kemudian pemecatan yang tidak adil, terdapat beberapa kasus pekerja wanita yang dipecat secara tidak adil karena mengajukan protes ketika menjadi korban pelecehan seksual atau dipecat karena perusahaan tersebut memerlukan karyawa laki-laki dan lain sebagainya.

Hal yang dapat dilakukan untuk menegakkan kesetaraan gender di lingkungan kerja yaitu dengan memberikan kesetaraan gaji mau itu pria atau wanita pada jabatan tertentu, gaji diberikan secara adil atas pengalaman kerja bukan hanya gender semata. Lalu berikan pilihan untuk karyawan wanita, bagi wanita yang memiliki seorang anak diberikan kelonggaran untuk mengurus anak maupun pekerjaan kantor. Memberikan fleksibilitas dan penetapan jadwal, memberikan kebebasan wanita untuk memilih sendiri jam masuk dan pulang mereka asalkan dengan waktu yang sama dengan karyawan lain yaitu 8 jam. Dan buatlah keputusan secara adil.

Sekarang, masuk kepada judul artikel ini yaitu ‘Bisakah Seorang Wanita Menempati Posisi Atas dalam Pekerjaannya?’. Menurut saya, tentu saja bisa. Wanita memilih bekerja karena ia merasa mampu dan hal lainnya seperti masalah finansial. Banyak wanita yang menjadi tulang punggung keluarga dan mengharuskan ia bekerja untuk kebutuhan ekonomi keluarga. Belum lagi wanita yang menjadi single parent, ia akan merangkap menjadi ibu untuk anaknya serta ayah sebagai pencari nafkah.

Sebagai wanita seharusnya bebas mengembangkan potensi diri tanpa terkait oleh stereotip atau terdiskriminasi oleh suatu gender tertentu. Wanita bisa menjadi apapun dalam pekerjaan termasuk menempati posisi teratas seperti dokter, pengacara, polisi, bagian teratas dalam pemerintahaan seperti presiden dan lainnya hingga menjadi pemimpin dalam suatu perusahaan. Karena wanita dalam suatu posisi kekuasaan adalah wanita yang memiliki pekerjaan yang memberikan otoritaspengaruh, dan / atau tanggung jawab yang besar. Kekuasaan dan posisi berkuasa paling sering dikaitkan dengan laki-laki daripada perempuan. Dengan meningkatnya kesetaraan gender, perempuan dalam memegang posisi yang semakin kuat karena kebijakan dan reformasi sosial.

Dalam pemahaman tradisional, wanita ditunjukan untuk sebagai ibu rumah tangga yang mengurus dan membina keluarga. Hal  ini lah yang mengakibatkan penurunan nilai pekerjaan yang dilakukan oleh wanita dan penurunan kemampuan wanita untuk bekerja di luar rumah. Streotipe tradisional tentang wanita membuat mereka jauh lebih emosional dan irasional daripada pria, dan karena itulah wanita dianggap kurang cocok untuk banyak pekerjaan penting.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa di dalam dunia ini terdapat perbedaan karakteristik antara pria dan wanita, tetapi hal tersebut tidak bisa jadi tolak ukur baik buruknya seorang dalam suatu pekerjaan ataupun kegiatan. Ciri khas yang dimiliki setiap gender bukanlah penanda untuk memperhitungkan karakteristik mana yang lebih baik serta mana yang kurang baik, bukan untuk memilih gender mana yang lebih hebat dalam bekerjanya, Tetapi feminin dan maskulin ialah satu kesatuan yang saling memenuhi, yang mana suatu perihal yang baik timbul karena penyeimbang diantara keduanya. Optimalisasi kedudukan gender bisa terwujud jika seorang dinilai bukan dari tipe kelamin serta stereotipe yang menempel kepadanya, tetapi karena kemampuannya. Seseorang wanita yang dapat melaksanakan sesuatu pekerjaan bukan sebab dia wanita ataupun pria, tetapi karena dia memanglah manusia yang kompeten.

Kesetaraan gender juga bukan berarti bahwa laki-laki dan perempuan harus selalu diperlakukan sama. Mengingat adanya perbedaan jenis kelamin biologis, maka wajar jika pria dan wanita memiliki hak hukum yang berbeda dalam beberapa kasus. Misalnya, hanya perempuan yang dapat meminta cuti melahirkan khusus untuk kehamilan dan kelahiran. Dalam kasus seperti ini, yang dibutuhkan bukanlah perlakuan yang sama, tetapi perlakuan yang adil. Kesetaraan berarti mengakui bahwa perbedaan dalam kemampuan berarti bahwa keadilan seringkali membutuhkan perlakuan yang berbeda terhadap orang-orang sehingga mereka dapat mencapai hasil yang sama. Ada saatnya keadilan diperlukan untuk mencapai kesetaraan gender, tetapi masih banyak kasus yang tidak demikian.

Kebijakan afirmatif adalah kebjiakan untuk mengoreksi adanya ketimpangan sosial pada kelompok tertentu. Tindakan afirmatif ini menciptakan kesetaraan gender dengan mengatasi hambatan yang dihadapi wanita hanya karena gender mereka. Jika kita dapat menghapus diskriminasi berbasis gender ini, tindakan seperti itu tidak diperlukan.Untuk mencapai kesetaraan gender, hak yang sama saja tidak cukup. Ketimpangan ada di pikiran kita, dalam kebiasaan dan prasangka kita, dan itu masih harus diperbaiki.

Diskriminasi gender dalam banyak kasus ilegal, jelas tidak bermoral dan salah. Di tempat kerja, pekerja harus dinilai, dipromosikan, dan dihargai berdasarkan upaya, kontribusi, dan kemampuan mereka - bukan gender mereka. Diskriminasi gender tidak hanya memengaruhi kinerja, produktivitas, dan sikap tempat kerja, tetapi juga dapat berdampak negatif pada setiap aspek kehidupan pekerja, termasuk kesehatan emosional dan mental mereka secara keseluruhan.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana

41 komentar untuk "Bisakah Seorang Wanita Menempati Posisi Atas dalam Pekerjaannya?"

  1. Wah masyaaAllah mantaps2, semangat trs menebar ilmunyaa

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. alhamdulillah terimakasih

      Hapus
  3. Masyaa Allah bermanfaat sekalii

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah terimakasihh

      Hapus
  4. mantap radita, saya setuju

    BalasHapus
  5. sangat bagus sekali dg pemikirannya,bahasa dan cara penyampaian ,mudah di pahami dan di mengerti. Trus semangatt cantik papa 😘

    BalasHapus
  6. Sangat bermanfaat, membuat orang lebih open minded 👌👌semangat semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh terima kasih banyakk

      Hapus
  7. Kerenn bermanfaat bgtt infonyaa

    BalasHapus
  8. Informasinya bermanfaat untuk mematahkan standar masyarakat, keren radita, saya bangga.

    BalasHapus
  9. makasih ya kak atas informasinya, kereenn

    BalasHapus
  10. aww bermanfaat bgt infonya ka, makasih ya ka! sukses selalu ka!🌈✨ #K1J412

    BalasHapus
  11. Bermanfaat sekalii radita��������

    BalasHapus
  12. Sangat informatif👍.Keren Radita! Sukses selalu

    BalasHapus
  13. Bermanfaat bangeeet, makasii ka infonya

    BalasHapus
  14. MaasyaaAllah mantep banget Radita ����

    BalasHapus
  15. Sangat mengedukasi terimakasih ilmunya

    BalasHapus
  16. Keren bangettt, informatiff bgt

    BalasHapus
  17. Keren bgt raditaa

    BalasHapus
  18. Inspiratif sekali

    BalasHapus
  19. Inspiratif sekali raditaa

    BalasHapus
  20. Mantap sekali raditaa

    BalasHapus
  21. Bagus bnget artikelnya

    BalasHapus
  22. Bagus sekali memotivasi

    BalasHapus
  23. artikelnya keren dan memotivasi

    BalasHapus
  24. Memotivasi sekali

    BalasHapus
  25. inspiratif banget

    BalasHapus