Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Bisakah UMKM bertahan di tengah Pandemi?

Oleh : Muhammad Hamdi A’li*

Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM merupakan usaha yang bergerak dalam hal perdagangan, seperti dagang makanan, pakaian maupun agribisnis yang mana menyangkut aktifitas berwirausaha. UMKM merupakan usaha produktif yang dikelola perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Pada awalnya, perkembangan usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat setiap tahunnya. 

Bisakah UMKM bertahan di tengah Pandemi?
Foto oleh Rizky Rafael dari Pexels

Perkembangan UMKM di Indonesia tidak lepas dari faktor yang mendorong majunya pertumbuhan UMKM di Indonesia, diantaranya pemanfaatan sarana teknologi, informasi, dan komunikasi, kemudahan peminjaman modal dan sebagainya. Namun, ditengah kemajuan UMKM yang sangat pesat, mucul isu-isu virus covid-19. Pandemi virus covid-19 berasal dari kota Wuhan, China pada Desember 2019 dan ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi keseharan dunia World Health Organization (WHO) yang kemudian menyebar ke Indonesia pada akhir Maret 2020.

Dampak buruk tidak dapat dipungkiri, pandemi covid-19 yang terjadi diseluruh dunia ini telah melumpuhkan aktifitas ekonomi global. Mewabahnya virus asal kota Wuhan di China ini tidak hanya menghantam sektor kesehatan dan pelayanan publik, tetapi juga menghantam sektor kehidupan manusia lainnya, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Contohnya, dalam kehidupan sehari-hari yang biasanya kita lihat di setiap jalan ada kios-kios pedagang makanan, minuman maupun barang-barang kebutuhan sehari-hari harus tutup karena tidak boleh adanya kerumunan dan penerapan physical distancing dan juga menurunnya daya beli masyarakat. Masyarakat menurunkan daya belinya karena berkurangnya pendapatan akibat penerapan kebijakan lockdown, dimana banyak masyarakat yang diharuskan bekerja di rumah bahkan ada yang di PHK akibat kurangnya pedapatan perusahaannya sehingga harus mengurangi tenaga kerja. Pandemi covid-19 ini mengakibatkan pendapatan masyarakat menurun drastis. Namun sebenarnya, dengan pendapatan masyarakat yang menurun hanya berpengaruh sedikit terhadap permintaan barang maupun jasa yang dihasilkan karena barang maupun jasa tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kebutuhan masyarakat semakin meningkat sedangkan pendapatan masyarakat semakin menurun. Dengan pendapatan masyarakat yang semakin menurun mengakibatkan terhambatnya penjualan dan produksi perusahaan UMKM.

Berdasarkan pengamatan, sektor UMKM akan mengalami kesulitan dalam menghadapi dampak dari wabah covid-19 ini. Meskipun begitu, sebenarnya sektor UMKM masih bisa bertahan di masa pandemi ini. Ada beberapa faktor yang bisa membuat sektor UMKM bertahan ditengah pandemic covid-19. Yang pertama, pada umumnya sektor UMKM menghasilkan produk konsumsi atau jasa yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Karena produk yang dihasilkan merupakan produk kebutuhan masyarakat, maka otomatis masyarakat akan tetap membelinya dan UMKM tetap bisa bergerak juga menyerap tenaga kerja meski jumlahnya terbatas dalam situasi pandemi covid-19 ini. Kedua, para pelaku UMKM pada umumnya memanfaatkan sumberdaya lokal, seperti tenaga kerja, modal, bahan baku, dan peralatan. Di masa pandemi ini kegiatan ekspor/impor tidak diperbolehkan oleh pemerintah guna untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19. Hal tersebut tidak menjadi masalah bagi para pelaku UMKM karena mereka tidak mengandalkan barang impor. Ketiga, bisnis UMKM menggunakan modal sendiri, tidak ditopang dari pinjaman bank. Di masa pandemi ini tidak memungkinkan untuk meminjam modal dari bank karena perekonomian negara sedang menurun. Namun, para pelaku UMKM tidak menggunakan modal dari pinjaman dari bank, mereka menggunakan modal sendiri. Jadi, tidak terlalu berpengaruh bagi para pelaku UMKM jika tidak dapat meminjam modal dari bank.

Lantas sampai kapan sektor UMKM dapat bertahan dalam kondisi pandemi ini? Lama-kelamaan pasti kinerja UMKM merosot tajam. Ada saja keluhan-keluhan dari pelaku UMKM, seperti penjualannya menurun, kesulitan mendapatkan bahan baku, distribusinya terhambat, kesulitan permodalan, dan produksinya terhambat. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan untuk membantu UMKM melewati persoalan perekonomian ini. Pertama, memberikan hibah langsung berupa uang tunai kepada usaha UMKM untuk meringankan usaha mereka. Pemerintah mendata ulang para pelaku UMKM yang mendaftar dan ingin mendapatkan bantuan tersebut. Kedua, memberikan bantuan dan kepada UMKM yang sifatnya berproduktif sehingga pelaku UMKM dapat berproduksi dan beraktivitas tanpa harus memutus hubungan kerja dengan karyawannya. Ketiga, penyaluran kredit kerja bagi UMKM untuk bisa bangkit kembali dan berkembang ditengah kondisi yang sulit. Penyaluran kreditnya berupa, penundaan cicilan dan penurunan bunga. Selain itu pemerintah juga memberikan bantuan sosial kepada UMKM agar dapat menyelesaikan permasalahan dampak terhadap peningkatan konsumsi. UMKM tidak mungkin selamanya bergantung pada bantuan pemerintah agar dapat bertahan di kondisi pandemi ini. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu melakukan beberapa hal agar usahanya dapat bertahan

Pertama, berinovasi. Inovasi adalah kunci majunya sebuah usaha. Dengan kreativitas dan gesit berkreasi serta berinovasi, akan menciptakan peluang besar yang menguntungkan bagi pebisnis. Produk baru yang diciptakan diharap dapat menarik perhatian calon konsumen. Berinovasi tidak hanya dari sisi produk saja tetapi bisa juga dengan berinovasi penjualan, seperti inovasi penjual yang awalnya hanya melalui offline kemudian beralih ke penjualan online. dalam berinovasi diharapkan dapat memanfaatkan teknologi digital yang ada.

Kedua, kemampuan beradaptasi. Adaptasi atau mengubah model bisnis yang sesuai dengan kondisi pandemi juga salah satu solusi agar UMKM dapat bertahan. Dengan beradaptasi kita akan mengetahui masalah-masalah yang tak terduga dan kita diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut serta memilki rencana yang fleksibel. Misalnya, yang tadi menjual produk kecantikan beralih menjual produk hand sanitizer dan penjual fashion juga mulai memproduksi masker penutup mulut dan hidung.

Ketiga, peralihan strategi penjualan. Peralihan strategi penjualan bisa berupa cara pendistribusian produk dengan delivery order, drive thru, dan sebagainya. Di masa pandemi, masyarakat diharuskan mengurangi interaksi secara langsung. Jadi, dengan adanya delivery order masyarakat bisa membeli produk yang ia mau tanpa harus bertatap muka. Selain itu, strategi penjualan juga bisa berupa memberikan promo-promo, seperti promo khusus bulanan.

Keempat, kolaborasi dengan pihak lain. Kolaborasi antarpihak sangat penting di masa pandemi ini. Banyak pelaku UMKM yang berkolaborasi dengan pihak pemerintah maupun swasta. Dengan berkolaborasi, usaha UMKM akan semakin meluas di tengah kesulitan akibat pandemic covid-19. Misal, pelaku UMKM berkolaborasi dengan Shopee, Tokopedia, Lazada untuk penjualannya. Jika usahanya berupa makanan, mereka bisa berkolaborasi dengan Gofood maupun Grabfood. Dengan begitu penjualan UMKM akan semakin meluas dan semakin banyak calon konsumen.

Menurut saya, dengan cara-cara di atas akan membantu para pelaku UMKM dapat bertahan ditengah pandemi ini. Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah bertahan ditengah sulitnya hidup pada kondisi pandemi, tentu dengan gaya hidup sehat serta menaati protokol kesehatan yang berlaku. Begitu pula dengan pelaku UMKM, mereka harus bertahan ditengah pandemic untuk bisa mengoptimalkan kembali perekonomian Indonesia. Yang bisa kita lakukan hanyalah mengontrol apa yang bisa kita kontrol. UMKM adalah harapan bagi Indonesia agar perekonomian kembali normal, maka dari itu kita harus mendukung produk-produk UMKM dengan membeli produknya.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana 

54 komentar untuk "Bisakah UMKM bertahan di tengah Pandemi?"

  1. Artikel nya menarik dan bermanfaat, terima kasih:)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Artikelnya bagus dan bermanfaat!

    BalasHapus
  5. artikelnya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  6. halo muhammad hamdi ali, salken

    BalasHapus
  7. artikel yang sangat bagus!! trรจs bien !!!

    BalasHapus
  8. Artikel yang sangat menarik dan bagus, semoga bisa bermanfaat bagi yang membaca!!!

    BalasHapus
  9. Sangat amat membantu. Super duper impresiv

    BalasHapus
  10. terimakasihh, sangat membantu๐Ÿ™

    BalasHapus
  11. sangat membantu, terimakasih.

    BalasHapus
  12. akhirnya dengan membaca blog ini membuat saya termotivasi ingin membuka usaha kecil ๐Ÿ™๐Ÿ‘

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Great tips to keep small businesses thrive in this pandemic.
    Artikelnya bagus dan sangat bermanfaat, Hamdi! ´・แด—・`

    BalasHapus
  15. Artikel ini ditulis dengan sangat baik dan sangat membantu terima kasih.

    BalasHapus
  16. Artikelnya bagu buat yg suka baca. Tp buat yg gk suka baca, artikelnya kepanjangan bikin ngantuk

    BalasHapus
  17. Artikelnya sangat bermanfaat ✨

    BalasHapus
  18. Terima kasih hamdi. Sangat menambah wawasan

    BalasHapus
  19. wihh menarik sekali artikelnya, Hamdi

    BalasHapus
  20. Artikelnya bermanfaat dan menarik

    BalasHapus
  21. Bantu komen. Si tinggi yang terpuji dan dipuji.

    BalasHapus
  22. Kayaknya sih bagus artikelnya, blom dibaca soalnya

    BalasHapus
  23. keren banget artikelnyya hamdi

    BalasHapus