Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

HARTA, TAHTA, MEMBACA

Oleh: Najmatu Rahmah Ali*

Mohammad Hatta pernah berkata, "Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas”. Sayangnya tidak semua orang seperti beliau. Seolah-olah dengan adanya buku kita merasa bebas, tapi nyatanya mayoritas dari kita seperti bermusuhan dengan buku. Menurut data UNESCO tahun 2016 menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 %. Artinya dari 1.000 masyarakat Indonesia, hanya ada 1 orang yang rajin membaca. Sehingga pada tahun tersebut Indonesia menduduki peringkat ke- 60 dari 61 negara mengenai minat baca masyarakat menurut penelitian dari Central Connecticut State University. 

HARTA, TAHTA, MEMBACA

Pada tahun 2016 The World’s Most Literate Nations (WMLN) merilis daftar panjang negara-negara dengan peringkat literasi di dunia yang menempatkan Finlandia sebagai negara paling literat atau terpelajar di dunia. Finlandia tercatat sebagai salah satu negara yang menjadikan kegiatan membaca sebagai budaya. Kegiatan tersebut didukung oleh 738 perpustakaan yang terbagi menjadi perpustakaan umum dan perpustakaan universitas di seluruh Finlandia. Belum termasuk 140 perpustakaan keliling yang melayani masyarakat yang berada di perdesaan atau kota-kota kecil. Jumlah tersebut tidak bisa dibilang kecil apabila melihat jumlah penduduk Finlandia yang pada 2019 tercatat sebanyak 5,518 juta jiwa. Budaya membaca di Finlandia diwariskan secara turun temurun. Budaya membaca sudah dibiasakan sejak dini, sepeti dibiasakannya membaca dongeng sebelum tidur untuk membentuk karakter anak dan memupuk minat baca sejak dini. Lalu ada pemberian bingkisan kepada bayi yang baru lahir yang didalamnya termasuk buku buku, disini pemerintah Finlandia benar benar mendukung Pendidikan anak sejak usia dini.

Menurunnya minat baca diakibatkan dengan beberapa faktor salah satunya datang dari dalam diri manusia itu sendiri yang kurang sadar akan pentingnya membaca demi keberlangsungan masa depan. Baik masa depan dirinya, maupun masa depan suatu bangsa. Karena masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya. Bagaimana suatu bangsa ingin maju jika calon generasi penerusnya masih kurang peka terhadap minat baca. Padahal membaca itu ibarat menambang, semakin dalam, semakin banyak hal berharga yang didapati. Artinya semakin banyak yang kita membaca, maka akan semakin banyak pula informasi yang akan kita dapatkan.  

Membaca dalam dunia pendidikan bukan suatu hal yang asing lagi. Kegiatan membaca merupakah hal yang tidak bisa dipisahkan dengan dunia pendidikan. Begitu pentingnya membaca dalam dunia pendidikan. Dari buku kita dapat menemukan berbagai informasi dan pengetahuan. Melalui buku kita dapat menimbulkan serta membentuk karakter dan kepribadian seseorang, dan melalui buku juga peradaban suatu bangsa dapat terbangun.

Membaca adalah jendela dunia. Artinya dengan membaca kita bisa mendapatka ilmu yang sangat banyak dan luas. Dalam masa sekarang ini sudah tidak asing dengan istilah “Harta, Tahta, Wanita” yang dipelesetkan menjadi “Harta, Tahta, Nama Orang” dengan ini istilah tersebut dapat diubah menjadi “Harta, Tahta, Membaca” yang artinya dengan membaca kita akan mendapatkan ilum, dengan ilmu seseorang bisa memperoleh harta, dan dengan ilmu seseorang bisa mendapatkan kedudukan (tahta). Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita sudah berilmu. Seseorang bisa mendapatkan apa saja jika dia telah memiliki ilmu. Orang akan lebih menghargai orang lain jika ia memiliki ilmu. Ilmu bisa didapatkan dari berbagai macam media, salah satunya adalah melalui membaca.

Lalu bagaimana cara menumbuhkan minat baca masyakarat Indonesia ?

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh kita sebagai masyarakat untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Banyak cara yang bisa dilakukan dan bisa mengadaptasi apa yang dilakukan oleh negara lain yang memiliki budaya minat baca yang tinggi. Beberapa cara untuk meningkatkan minat baca:

Pertama, Manfaatkan Gadget. Gadget tidak selamanya memiliki hal negatif. Gadget dapat dimanfaatkan sebagai saran akita untuk meningkatkan minat baca. Contohnya dengan membaca buku buku elektronik yang dapat diakses melalui gadget, sehingga kita dapat melakukan kegiatan membaca dimana saja karena kita sendiri tidak mudah lepas dari penggunaan gadget.

Kedua, Awali membaca dengan jenis buku yang disukai. Carilah buku-buku dengan jenis yang kalian sukai, misalnya kalian lebih menyukai buku fantasi maka milikilah buku-buku tersebut agar memudahkan kalian untuk membacanya dimana saja yang kalian inginkan. Karena biasanya orang akan lebih bersemangat melakukan sesuatu jika berdasarkan keinginan dan hal yang disukainya.

Ketiga, Meluangkan waktu untuk membaca buku setiap hari. Biasakan membaca buku setiap hari diwaktu yang kalian sisihkan, fungsinya untuk melatih konsistensi dalam membaca buku. Pentingnya meluangkan waktu walaupun hanya 5 menit sehari jika konsisten itu sudah sangat bagus. Bahkan banyak organisasi di UNJ terutama difakultas ekonomi yang menerapkan literasi minimal 5 menit dalam sehari bagi anggota anggotanya. Kegiatan tersebut merupakan Langkah awal untuk meningkatkan minat baca dari lingkungan organisasi.

Keempat, Bergabung dalam komunitas buku. Coba beranikanlah bergabung dengan komunitas buku, agar kalian tidak bosan dalam membaca buku. Sama hal nya jika kalian ingin tertular menjadi penggemar baca buku maka kalian harus gabung bersama orang orang yang benar-benar mencintai buku. Sebab lingkungan akan mempengaruhi perilaku kita.

Kelima, Kembangkanlah minat baca melalui jenis buku yang berbeda. Membaca jenis buku yang berbeda bisa membangun pola pikir kalian menjadi lebih kritis, atau rasional. Semakin banyak buku yang dibaca, baik dengan judul yang sama tapi beda buku atau beda buku beda topik pembahasan. Keduanya sama sama membuat kita lebih kritis dalam menanggapi sesuatu, membuat kita mendapatkan informasi yang banyak mengenai hal yang sebelumnya tidak pernah kita dapatkan.

Keenam, Jadikanlah membaca sebagai kebutuhan atau hobi. Membaca sebagai kebutuhan atau hobi adalah cara untuk meningkatkan kegemaran kalian terhadap buku, menjadikan buku sebagai teman. Jadikanlah buku sebagai teman bukan sebagai musuh yang dimana melihatnya saja sudah malas, bagaimana jika menyentuhnya dan membacanya. Jadikanlah buku sebagai kebutuhan, kebutuhan akan masa depanmu dan masa depan suatu bangsa.

Ketujuh, Rangkulah teman, saudara, dan keluarga untuk gemar membaca. Merangkul orang-orang disekitar kalian untuk gemar membaca bisa melalui cara membawa buku kelingkungan kalian dan meminjamkan, lalu ajaklah berdiskusi tentang buku tersebut juga ajak aktif dalam komunitas buku. Sama halnya seperti berbuat kebaikan dengan ngajak orang-orang disekitar, supaya tidak hanya kita yang akan merasakan manfaatnya tapi orang disekitar kita pun juga akan merasakan manfaatnya jika rajin membaca buku

Dalam mewujudkan hal tersebut, perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Bagaimana pemerintah dapat menyiapkan fasilitas fasilitas yang mendukung peningkatan minat baca warganya. Salah satunya dengan penyediaan perpustakaan dengan buku buku yang memadai hingga ke pelosok pelosok negeri. Dengan hal tersebut, semua masyarakat Indonesia dapat merasakan indahnya hasil dari membaca. Dalam hal ini pemerintah juga sedang membangun dan membentuk generasi generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas.

Mari membangun bangsa dengan budaya literasi. Jadikan membaca sebagai kewajiban. Karena membaca adalah jendela dunia dan membaca membawa banyak dampak positif  bagi kehidupan dimasa sekarang dan masa depan.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana

26 komentar untuk "HARTA, TAHTA, MEMBACA"

  1. Terimakasih Artikelnya Sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca 🙏 Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan 🙌

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. sangat informatif, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca 🙏 Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan 🙌

      Hapus
  4. sangat menginformasi, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca 🙏 Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan 🙌 #Harta,Tahta,Membaca

      Hapus
  5. Wahh sangat membantu sekali , terimakasih banyak atas ilmu yang di berikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca 🙏 Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan 🙌 #Harta,Tahta,Membaca

      Hapus
  6. Terima kasih, artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca 🙏 Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan 🙌
      #Harta,Tahta,Membaca

      Hapus
  7. Artikelnya sangat bermanfaat. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca �� Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan �� #Harta,Tahta,Membaca

      Hapus
  8. Artikelnya sangat bermanfaat. Terima kasih atas ilmunya🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca 🙏 Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan 🙌 #Harta,Tahta,Membaca

      Hapus
  9. Artikelnya bermanfaat sekali, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca 🙏 Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan 🙌
      #Harta,Tahta,Membaca

      Hapus
  10. Luar biasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca 🙏 Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan 🙌
      #Harta,Tahta,Membaca

      Hapus
  11. Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca �� Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan ��
      #Harta,Tahta,Membaca

      Hapus
  12. Sangat bermanfaat terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah membaca 🙏 Yuk jadikan membaca sebagai kebutuhan 🙌
      #Harta,Tahta,Membaca

      Hapus
  13. Mantap, sangat manfaat infonya.

    BalasHapus
  14. Adinda Rizki Larasati11 Desember 2020 19.01

    Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  15. sangat informatif

    BalasHapus