Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membangun Kesehatan Mental di Masa Pandemi

 Oleh : Afifah Nurhayannah*

Adanya berbagai informasi, berita, data dan berita terkait COVID-19 membuat kita menyadari jenis dan gejala psikologis yang kita alami, serta gejala-gejala yang ditunjukkan oleh masyarakat, seperti kecemasan, ketakutan, stres, dan sekedar merespon atau perilaku baru lainnya ditunjukkan dalam reaksi saat mendengar atau melihat berita tentang COVID-19. Secara garis besar penyakit ini biasanya dialami oleh individu dan menghadapi masalah yang berkaitan dengan masalah kesehatan lain seperti kanker, flu atau bahkan serangan jantung. Fokus penanganan pandemi COVID-19 global telah mengalihkan perhatian masyarakat dari berbagai faktor Psikologi sosial ditanggung individu akibat suatu pandemik. Masalah gangguan kesehatan mental akibat pandemi COVID-19 dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan melekat.

Foto oleh Pedro Figueras dari Pexels

Faktor yang dapat memicu kecemasan di masyarakat selama pandemi COVID-19 adalah stres akibat pembatasan jarak fisik yang disebabkan oleh isolasi sosial atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kekhawatiran yang berlebihan selama isolasi meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan gejala stres pasca trauma. Salah satu penyebab timbulnya emosi negatif tersebut adalah keputusasaan yang disebabkan oleh parahnya krisis COVID-19 dan kurangnya kemampuan masyarakat untuk membantu mereka menghadapinya. Seperti banyak di negara lain pandemi COVID-19 telah banyak membawa banyak perubahan pada masyarakat dengan trasmisi penularan yang masih tinggi. Dengan adanya masalah kesehatan mental menunjukkan perlunya memberikan perhatian khusus pada kesehatan mental di masyarakat Indonesia.

Permasalahan mengenai kesehatan mental bukan hanya terjadi kepada masyarakat sekitar melainkan juga terhadap tenaga medis. Menghadapi sejumlah besar penyakit menular membuat tenaga medis berada dalam tekanan fisik dan mental. Tenaga medis memiliki kecenderungan untuk mengecilkan diri, menolak untuk beristirahat dan meminimalkan risiko menolak dianggap membutuhkan bantuan psikologis. Beban yang secara langsung dihadapi oleh tenaga medis adalah kecemasan akan infeksi dan kematian, perpisahan keluarga terkait kebutuhan kerja, menyaksikan adegan traumatis termasuk pasien dalam keadaan kritis atau meninggal dunia, dan bekerja di lingkungan yang terlalu membebani dalam jangka panjang. Pasien kehilangan nyawa nya dan menderita putus asa. Meskipun telah dilakukan upaya terbaik, masih ada kekurangan penguatan dan penggantian, serta kelelahan atau kelelahan. Masalah lain termasuk mengkhawatirkan keluarga, khawatir membawa pulang virus, mengkhawatirkan kekurangan alat pelindung diri/ APD atau mengkhawatirkan ketidakmampuan pasien untuk mengatasi virus.

Penanganan dari kesehatan mental sekarang mungkin memang sangat terbatas karena adanya pandemi COVID-19. Sebagai alternatif, kita bisa melakukan kunjungan dokter secara virtual berarti pasien dapat berkonsultasi melalui whatsapp, pesan singkat, zoom, gmeet atau menggunakan aplikasi apapun. Selain itu, mengenai informasi COVID-19 yang berlebihan harus dikurangi, ini untuk mencegah panik dan kesalahpahaman. Informasi harus fokus pada tindakan pencegahan, tidak dapat didasarkan pada mitos saja. Pemerintah harus memberikan layanan konsultasi telepon gratis untuk yang berkaitan mengenai status kesehatan dan konseling psikologis harus disediakan.

Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam menjaga kesehatan mental di masa pandemi tanpa harus keluar rumah. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental:

Pertama, melakukan aktivitas fisik. Kita bisa melakukan berbagai latihan ringan, seperti jogging, lompat di tempat, dan kita bisa mengisolasi diri di rumah yang pastinya dengan keadaan rumah yang nyaman agar kita tidak jenuh. Melalui latihan fisik, tubuh kita akan memproduksi endorfin yang dapat mengurangi stres, mengurangi kecemasan, dan memperbaiki suasana hati. Latihan peregangan dan pernapasan juga bisa membantu kita menenangkan diri. Jangan lupa mandi sinar matahari pagi untuk memperkuat daya tahan tubuh

Kedua, mengkonsumsi makanan bergizi. Konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral dan serat. Kita bisa mendapatkan banyak nutrisi dari nasi dan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, seafood, daging, kacang-kacangan dan susu. Asupan gizi yang cukup tidak hanya dapat menjaga kesehatan fisik, tetapi juga secara langsung maupun tidak langsung menjaga kesehatan mental.

Ketiga, menghentikan kebiasaan buruk. Biasanya kebiasaan buruk masyarakat kebanyakan sebagai perokok, sebgaiknya segera memberhentikan kebiasaan tersebut. Karena merokok bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri termasuk virus corona. Selain itu, batasi konsumsi minuman beralkohol dapat menggangu kesehatan fisik kita. Kebiasaan buruk yang perlu dihentikan adalah kurang istirahat atau begadang. Jika kita tidak cukup istirahat, kita akan merasa lebih cemas dan suasana hati kita akan lebih tidak stabil.

Keempat, membuat rutinitas sendiri. Selama masa isolasi keluarga, kita bisa melakukan hobi atau aktivitas yang kita sukai, seperti memasak, membaca buku, atau menonton film. Kita juga bisa membuat bisnis kecil-kecilan dengan rutinitas yang kita jalankan selama dirumah saja, seperti bisa menjual hasil masakan kita memlau media online yaitu Instagram,facebook dan lain sebagainya.Selain meningkatkan produktivitas, aktivitas tersebut juga dapat menghilangkan rasa bosan.

Kelima, lebih bijak memilih informasi, Batasi waktu kita untuk menonton, membaca, atau mendengar berita tentang pandemi di TV, media cetak, atau media sosial untuk mengurangi kecemasan. Meski begitu, jangan sepenuhnya mengisolasi diri kita dari informasi penting. Urutkan informasi yang kita terima dengan ketat dan bijak jangan sampai terkena hoax. Hanya dapatkan informasi tentang pandemi virus Corona dari sumber yang dapat dipercaya.

Keenam, menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, teman, dan kolega melalui pesan teks, panggilan telepon, atau panggilan video. Kita dapat berbagi kekhawatiran kita. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi stres dan lebih rileks. Selain itu, jika memang menderita penyakit mental, minum obat yang diresepkan oleh dokter secara teratur.

Beberapa kegiatan di atas dapat kita lakukan untuk menjaga diri kita dari gangguan mental di masa pandemi. Menjaga kesehatan mental bukan hanya saat masa pandemi sekarang ini, tetapi harus kita lakukan setiap hari demi melindungi diri kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita agar tetap menjaga kesehatan mental. Masalah kesehatan mental sangat erat kaitannya dengan penurunan produktivitas komunitas dan pengendalian pandemi COVID-19. Jika pemerintah tidak memperhatikan masalah kesehatan jiwa terutama dalam pelaksanaan kebijakan yang terintegrasi. Untuk mencegah pandemi COVID-19, kemungkinan terjadinya kerugian setelah pandemi akan semakin besar. Pemerintah harus mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke dalam layanan masyarakat. Sebagai cara untuk memastikan cakupan universal layanan kesehatan mental. Banyak kegiatan yang bisa kita lakukan selama dirumah aja salah satunya dengan keluarga kita bisa menjadi lebih dekat dan berbagi keluh kesah bersama keluarga. Tetap jaga kesehatan dan terus patuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan jika diharuskan untuk keluar rumah.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas  Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana

74 komentar untuk "Membangun Kesehatan Mental di Masa Pandemi"

  1. Sangat memotivasi... Menarik... Terimakasih

    BalasHapus
  2. terima kasih informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali sudah mampir ke artikel ini:)

      Hapus
  3. Renny Andriani8 Desember 2020 15.07

    Terimakasih artikelnya sangat informatif

    BalasHapus
  4. Artikel nya sudah cukup baik, dan bermanfaat

    BalasHapus
  5. Terima kasih artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih anien sudah mampir ke artikel saya

      Hapus
  6. Artikel yang baik dan bermanfaat
    Terimakakasih :)

    BalasHapus
  7. Wah keren, bermanfaat banget terimakasih­čĹŹ

    BalasHapus
  8. bagus dan bermanfaat sekali:)

    BalasHapus
  9. Waww sangat kerenn dan bermanfaatt

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih abin sudah mengunjungi artikel saya

      Hapus
  10. Fitria Nur Aini8 Desember 2020 15.29

    penulisannya cukup rapih, sangat bermanafaat dan mengedukasi

    BalasHapus
  11. wow sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan­čĹŹ­čĆ╗

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah terima kasih saudari niken sudah berkunjung ke artikel saya

      Hapus
  12. MasyaAllah dapet ilmu baru,semoga bermanfaat ❤

    BalasHapus
  13. Artikel ini sangat bermanfaat, jadi tahu bagaimana cara saya lebih menjaga kesehatan mental saat pandemi. terima kasih:)

    BalasHapus
  14. artikel ini isinya sangat padat, jelas dan bermanfaat:)

    BalasHapus
  15. bagus dan bermanfaat sekali, terima kasih <3

    BalasHapus
  16. Sangat informatif artikel nya

    BalasHapus
  17. terimakasih, artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  18. Terimakasih, artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  19. Bermanfaat untuk kita semua

    BalasHapus
  20. Artikel ini menambah wawasan keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhhh terima kasih rifqi sudah berkunjung ke artikel saya

      Hapus
  21. Aertikel ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan keren

    BalasHapus
  22. artikel yang bermanfaat terimakasih

    BalasHapus
  23. Artikel yang sangat bermanfaat bagi masyarakat agar dapat memahami bahwa kesehatan mental harus dijaga apalagi pada masa pandemi seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. wawww terima kasih shiva atas masukannya dan sudah mau berkunjung ke artikel saya

      Hapus
  24. sangat bermanfaat dan jelas kata kata nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah terima kasih dini sudah mau mampir ke artikel saya

      Hapus
  25. Tulisannya sangat menginspirasi! terima kasih informasi nya

    BalasHapus
  26. sangat bermanfaat untuk di baca

    BalasHapus
  27. artikel yang sangat bermanfaat,terima kasih

    BalasHapus
  28. wah terimakasih, informasi nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  29. wah terimakasih, informasi nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  30. bermanfaat bgt ni informasinyaa!

    BalasHapus
  31. Wafa Hana Syahidah16 Desember 2020 06.09

    Topik dan isinya sangat menarik. Terimakasih informasinya ��

    BalasHapus
  32. Sangat baguss untuk menambah wawasan

    BalasHapus
  33. Artikel memberikan wawasan yang luas

    BalasHapus
  34. Keren artikelnya menambah ilmu pengetahuan, goodjob����������

    BalasHapus