Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Online Learning VS Mental Health

Oleh Aldypie Angger Kinanthi*

Covid-19, organisme mikroskopik yang mengguncang dunia. Virus ini mencuri perhatian dunia karena dampak yang ditimbulkannya. Tanpa pandang bulu menghantam setiap negara. Kehadirannya membawa perubahan besar bagi kehidupan manusia. Pembatasan sosial, perubahan aktivitas, dan gaya hidup baru diterapkan untuk menghentikan penyebaran yang semakin luas. 

Online Learning VS Mental Health
Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Salah satu perubahan yang terjadi ialah online learning. Seluruh negara, termasuk Indonesia harus melakukan kebijakan ini untuk membantu mengurangi penyebaran Covid-19. Kebijakan ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dari online learning ialah meningkatkan kemampuan siswa menggunakan teknologi masa kini, siswa juga belajar untuk disiplin waktu, dan belajar secara mandiri. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa online learning lebih banyak menimbulkan dampak negatif. Banyak siswa beranggapan bahwa online learning sangat membebankan karena tugas yang tak pernah habis, waktu pelaksanaan pembelajaran terkadang diluar jadwal, waktu istirahat bekurang, dan lelahnya mata karena harus menatap layar terlalu lama. Tak jarang juga siswa mengalami kesulitan memahami materi yang dipelajari karena tidak adanya bimbingan langsung oleh pendidik.

Akibat dampak negatif yang dirasakan, banyak siswa mengalami penurunan kesehatan fisik maupun psikis. Pernyataan diatas bukan hanya karangan atau isapan jempol semata. Ada beberapa riset yang menyatakan bahwa online learning berpengaruh terhadap kesehatan siswa, terlebih kesehatan psikis. Kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi dalam proses penyesuaian terhadap sistematis online learning membuat siswa merasa tertekan. Dan tentunya dengan kondisi mental yang berbeda-beda maka berbeda juga dampak terhadap kesehatan psikis para siswa.

Gangguan mental yang dapat timbul saat melakukan online learning ada berbagai macam. Berikut gangguan-gangguan yang dapat dialami siswa:

-       Gangguan Tidur

Gangguan ini disebabkan adanya perubahan pola tidur yang sampai menggangu kesehatan. Gangguan ini dapat timbul akibat sering kebisaan terjaga sampai tengah malam atau pagi atau yang sering disebut begadang. Bagi siswa terlebih mahasiswa begadang merupakan hal yang biasa dilakukan karena tuntutan penyelesaian tugas. Gangguan tidur juga dapat terjadi karena penderita terlalu memikirkan banyak hal yang menekan mentalnya sehingga mengalami kesulitan tidur.

-       Gangguan Kecemasan

Gangguan mental ini sering disebut Anxiety Disorder. Gangguan ini menyebabkan penderita merasa cemas, khawatir dan takut berlebihan dan berlangsung terus menerus dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebab terjadinya gangguan kecemasan ialah stress berlebih. Penderita gangguan kecemasan akan terlihat panik disaat-saat tertekan. Gangguan ini dapat dialami siswa jika siswa merasa stress berlebih akibat tugas yang bgeitu banyak dan juga kekhawatiran akan turunnya nilai karena kurang memahami materi pelajaran. Kurang memahami materi dapat disebabkan karena daya tangkap siswa dan gaya belajar siswa yang berbeda-beda. Oleh karena itu sangat memungkinan siswa dan mahasiswa mengalami gangguan kecemasan.

-       Depresi

Gangguan ini mempengaruhi suasana hati penderita. Penderita cenderung sedih dan murung untuk waktu yang lama. Gangguan ini dapat timbul karena rasa tidak puas akan diri sendiri, merasa diri tidak dapat melakukan apa-apa, dan rasa percaya diri yang menurun dari waktu ke waktu. Hal-hal tersebut terjadi karena kondisi pembatasan sosial yang membuat diri merasa berhenti disatu titik. Tak jarang hasil belajar online learning cukup kurang memuaskan dari pada offline learning. Oleh karena itu siswa atau mahasiswa merasa tidak percaya diri dan mera tidak dapat melakukan apa-apa. Terlebih frekuensi bertemu sahabat dan teman berkurang sehingga tidak dapat menyalurkan rasa tertekan dalam diri.

Gangguan-gangguan tersebut dapat terjadi dari tingkat terendah hingga tertinggi. Dan yang paling fatal dari gangguan mental dapat menyebabkan sakit atau bahkan kematian. Karena seperti yang kita tau kondisi mental dan pola berpikir setiap orang berbeda-beda. Disinilah diperlukan tindak-tindakan pencegahan agar siswa ataupun mahasiswa tidak mengalami gangguan mental saat menempuh online learning. 

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa online learning membantu mengurangi penyebaran Covid-19 dan juga melindungi siswa dari paparan Covid-19. Jadi online learning tidak dapat dihindari tapi dilalui. Oleh sebab itu dibutuhkan solusi yang membantu siswa dan mahasiswa agar dapat melalui online learning dan juga tetap menjaga kesehatan mental. Berikut solusi yang dapat dilakukan untuk menghindari gangguan mental:

-       Belajar mengenal dan mencintai diri sendiri

Hal ini diperlukan agar kita mengetahui sifat diri sendiri seperti apa saat menghadapi situasi tertekan, mengetahui cara belajar yang efektif dan sesuai dengan diri sendiri, dan juga belajar menghargai diri sendiri. Do your best but that doesn't mean force yourself. Berusaha semaksimal mungkin untuk hasil yang terbaik itu bagus. Tetapi jika sudah memaksakan diri dengan menekan diri sendiri itu hal yang tidak baik. Jadi belajarlah mengenal dan mencintai diri sendiri.

-       Manejemen waktu dan disiplin waktu

Tak jarang siswa harus begadang dan merasa tugas sangat banyak karena menejemen waktu yang buruk. Siswa harus belajar mengatur waktu yang dimiliki agar dapat digunakan dengan maksimal tanpa merusak kesehatan. Atur waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas sebaik mungkin dan jangan lupakan waktu untuk istirahat. Buatlah jadwal dan patuhi jadwal tersebut agar tidak begadang lagi nantinya.

-       Mencari hiburan atau melakukan hobi

Salah satu penyalur stress ialah hiburan. Hiburan sangat membantu kita untuk melepaskan beban yang dirasakan. Hiburan bisa didapatkan dengan menonton film, mendengarkan musik, membaca buku atau komik, bahkan dengan melakukan hobi. Hobi yang dapat dilakukan seperti menggambar, merajut, bermain musik, atau berolahraga. Dengan mencari hiburan maka stress dapat tersalurkan dan keseimbangan antara kewajiban belajar dan aktivas diluar belajar menjadi seimbang.

-       Menjaga komunikasi dengan teman dan keluarga

Komunikasi dengan teman dan keluarga sangat diperlukan untuk mengurangi stress akibat sekolah. Dengan bertukar kabar dan cerita beban yang dirasakan dapat berkurang. Dan juga merasa bahwa kita tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini.

-       Mencari media atau cara menyalurkan perasaan

Penyaluran perasaan sangat diperlukan agar tidak terpendam dan berakhir mengganggu mental diri sendiri. Cara penyaluran perasaan setiap orang berbeda-beda. Oleh sebab itu diperlukan mencari cara penyaluran yang tepat. Penyaluran perasaan dapat dilakukan dengan menuliskan diary, bercerita dengan orang terdekat, menggambar, atau melalui kegiatan lain yang disukai. Carilah cara yang membuat diri sendiri nyaman dan merasa lega.

 -       Mengatur kecemasan dan kekhawatiran

Merasa cemas dan khawatir itu wajar, tetapi perlu diatur agar tidak terjadi secara berlebihan. Belajar mengontrol rasa cemas dan khawatir agar kondisi emosianal diri lebih mudah terkendali.

 -       Apresiasi diri

Setelah melalui online learning cobalah mengapresiasi diri. Katakan pada diri sendiri bahwa “you did a great job” atau dengan kata-kata lain yang menghibur dan memotivasi diri sendiri. Kamu telah melakukan yang terbaik, jangan bandingkan dengan orang lain. Kamu juga dapat mengapresiasi diri dengan cara lain seperti membeli barang yang diinginkan, beristirahat atau melakukan hal yang lain untuk menghibur diri.

Solusi diatas dapat dilakukan para pelajar untuk membantu menjaga kesehatan mental selagi menjalani online learning. Dan tentunya deprlukan dukungan dari pihak pendidik maupun pihak keluarga siswa. Pihak pendidik dapat merancangkan metode belajar yang menarik dan tidak membebankan siswa. Pihak pendidik juga perlu bersifat terbuka terhadap peserta didik dengan menanyakan apakah metode belajar yang dilakukan sesuai dan membantu siswa memahami materi. Pihak pendidik perlu memahami dan mengetahui apa yang diperlukan siswa dan kesulitan apa yang dialami siswa. Dan untuk pihak keluarga juga dapat membantu dengan memotivasi anak, memperhatikan anak, membantu anak belajar, memberikan reward, dan juga mau mengerti kondisi anak.

Dengan demikian siswa dapat melalui proses online learning dengan kondisi mental yang sehat. Baik siswa, pendidik maupun keluarga perlu bekerja sama agar tujuan online learning dapat tercapai dan kesehatan peserta didik tetap terjaga. Pelaksanaan online learning tetap perlu dievaluasi agar tidak membebankan siswa. Dan siswa pun perlu belajar beradaptasi dan tetap memperhatikan kondisi mentalnya agar dapat melalui proses online learning dengan baik.

* Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana

21 komentar untuk "Online Learning VS Mental Health"

  1. sangat informatif

    BalasHapus
  2. Artikel sangat informatif

    BalasHapus
  3. Artikel nya bagus, banyak info yg saya dapat

    BalasHapus
  4. artikelnya bagus dan informatif��

    BalasHapus
  5. Artikelnya bagus, banyak info yang di dapat

    BalasHapus
  6. Artikel mudah dimengerti

    BalasHapus
  7. informatif dan mudah dimengerti, terima kasih

    BalasHapus
  8. Terimakasih untuk artikelnya, sangat memberikan informasi yang bermanfaat ditengah online learning saat ini

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Tambah ilmu baru, cuman sayang terlalu rapat, akan lebih baik penjelasan poin dan contoh dibuat paragraf terpisah supaya lebih enak dibaca.

    BalasHapus
  11. Artikelnya rapih karena memberikan point point sehingga memudahkan pembaca untuk melihat informasi lebih mudah dan artikel tidak terlalu panjang sehingga pembaca tidak mudah bosan untuk melihat juga informasinya sangat bermanfaat, terimakasih

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. terimakasih artikel nya sangat informatif dan bermanfaat ditengah pandemi ini, artikel juga tersusun dengan rapih, dan juga penggunaan bahasa yang digunakan cukup baik dan mudah di pahami

    BalasHapus
  14. artikel bagus & informatif

    BalasHapus
  15. GOOD!!!
    Makasih buat artikelnya yang kreatif, penjelasan nya juga padat dan mudah dimengerti. Good luck.

    BalasHapus
  16. Artikel yang menarik dan informatif, sangat bermanfaat bagi orang banyak terutama dalam kondisi saat ini.

    BalasHapus
  17. artikelnya menarik dan informatif sekali,semangat terus.. ✌🏻

    BalasHapus
  18. Keren bngt artikel nya ngger! !

    BalasHapus
  19. Bagus! Sangat informatif dan mudah ngerti juga sihh!!

    BalasHapus
  20. Bagus kak artikelnya, sangat informatif di masa seperti ini :)

    BalasHapus
  21. Bagus kak artikelnya, informatif dan sangat bermanfaat

    BalasHapus