Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Peluang Bisnis di Masa Covid 19: Reseller atau Dropshipper?

Oleh: Eva Apriliyana*

Pada awal tahun 2020, akibat munculnya wabah virus covid -19 membungkam dunia bisnis di Indonesia dan seluruh dunia. Salah satu pelaku di sektor bisnis yang terdampak ialah UMKM. Namun sebenarnya UMKM dapat memanfaatkan peluang di masa pandemi. UMKM dapat memanfaatkan  model bisnis online, seperti Reseller dan Dropshipper. Hal tersebut menjadi salah satu pilihan berbisnis pada masa pandemi. Strategi marketing melalui media sosial ini di nilai lebih praktis dan cepat dan tidak menggunakan modal yang besar bahkan tanpa modal. Pengaruh berbisnis reseller dan dropshipper ini juga dorong oleh adanya kenaikan pengguna media sosial. 

Peluang Bisnis di Masa Covid 19: Reseller atau Dropshipper?
Foto oleh Norma Mortenson dari Pexels

Kenaikan penggunaan media sosial ini juga di latarbelakangi oleh tiga point penting alasan konsumen memilih belanja online. Pertama, harga lebih murah & promosi. Pada bisnis online ini, pengusaha menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan harga toko. Hal ini dikarenakan bisnis secara online tidak begitu banyak mengeluarkan biaya untuk usahanya sehingga harga yang ditawarkan lebih murah dibanding harga toko offline. Bisnis online tidak memerlukan biaya konsiyansi kepada departemen store ataau biaya sewa tempat yang mahal. Serta, berbagai promo sebagai strategi marketingnya. Kedua, dapat dilakukan dimana saja. Transaksi bisnis online ini dapat dilakukan kapan dan dimana saja, waktu pagi hingga malam hari dan tempat dapat di kantor, rumah atau sedang di kendaraan dapat dilakukan. Ketiga, lebih cepat dan praktis. Bisnis online ini memiliki jenis pembayaran yang banyak sehingga mempermudah konsumen untuk pembayaran. Serta, jenis produk yang ditawarkan juga beragam sehingga konsumen dapat memilih berbagai model. Lalu, sistem pengiriman melalui kurir atau cod dapat menghemat waktu atau mempermudah dalam berbelanja tanpa harus mengantri.

Dari beberapa alasan konsumen ini, bisnis online dengan model reseller dan dropshipper turut membantu para pelaku usaha lokal untuk memperluas usaha dan membantu meningkatkan perekonomian. Lalu apa sih bedanya Reseller dibandingkan Dropshipper?

Reseller merupakan sebuah model bisnis yang mana seseorang mengambil produk usaha dari penjual lain atau supplier dengan cara membeli beberapa produk sebagai stock persediaan penjualan dan kemudian di jual kembali. Jadi, untuk menjadi reseller kita harus membeli beberapa barang sesuai ketentuan dari supplier sebagai persyaratan reseller di toko tersebut dan memiliki gudang atau tempat penyimpanan barang.

Dropshipper merupakan sebuah model bisnis yang mana seseorang memasarkan produk dari supplier, atau distributor tanpa membeli stok barang untuk bahan penjualannya. Karena model bisnis dropshipper ini hanya memasarkan produk atau menjualkan produk supplier ke konsumen. Maka, pada dropshipper ini tidak memerlukan tempat untuk barang persediaan atau tidak perlu membeli produk sebagai stock persediaan. Bahkan dropshipper ini tidak menggunakan modal sama sekali.

Bagaimana cara menjadi reseller atau dropshipper, ya?

Untuk menjadi seorang reseller kalian harus menyediakan uang untuk membeli barang atau stock persediaan pada suppler atau produsen. Kalian juga harus mengetahui beberapa langkah menjadi reseller sebagai berikut.

1.   Pintar memilih produk. Pemilihan produk sangat berpengaruh pada penjualan. Pilihlah produk yang trendy, menarik, kualitas produk baik, harga terjangkau dan manfaat yang lebih agar memikat para pembeli.

2.  Menentukan target pasar dengan baik. Reseller di anjurkan menargetkan pasar agar dapat mengetahui rentang usia dan kesukaan dari berbagai konsumennya.

3.    Memfokuskan pada strategi marketing. Pada hal ini, reseller diharuskan untuk mampu menawarkan produk dengan menarik sesuai dengan target pasar yang dipilih dan sesuai dengan produk yang ditawarkan.  Marketing via media sosial, baik instagram maupun facebook atau website atau platform belanja online.

4.    Memilih supplier yang profesional. Pemilihan supplier yang profesional ini sangat berpengaruh pada kualitas produk, ketersediaan produk atau lainnya yang berkaitan dengan produk penjualan.

5.    Menentukan harga produk. Pada harga produk ini, Reseller harus mampu menawarkan harga produk yang terjangkau. Reseller harus mampu mencari supplier yang menjual produknya murah sehingga dapat mengambil keuntungan dan penjualannya kembali tidak mahal.

6.   Pelayanan konsumen. Mengenai hal ini, reseller dituntut untuk bersikap sopan dan santun, fast respon, dan menyiapkan solusi untuk permasalahan produk yang tidak ada.

7.    Menawarkann promosi

8.    Melakukan branding. Membuat nama brand yang unik dan menarik, berikan ciri khas atau slogan untuk produk kalian, dan promosikan brand kalian di media sosial.

Sedangkan untuk menjadi seorang dropshipper kalian tidak membutuhkan modal yang banyak atau juga tidak memerlukan modal tetapi kalian harus mengetahui beberapa langkah menjadi dropshipper sebagai berikut.

1.      Tentukan produk yang ingin dijual

2.     Cari produsen, supplier, atau distributor yang terpercaya yang menawarkan produk dengan kualitas produk yang baik dan dengan harga terjangkau

3.      Mendirikan toko online, baik melalui website, marketplace atau media sosial

4.      Promosikan produk, baik melalui media sosial, website, marketplace, dan lain sebagainya.

5.      Jika terdapat orderan, maka konsumen melakukan pembayaran kepada pihak drop ship

6.     Proses order diteruskan kepada pihak produsen, supplier, atau distributor dengan melakukan pembayaran kepada mereka

7.    Pihak Produsen, supplier, atau distributor akan mengirimkan produk langsung kepada konsumen dengan nama toko anda

Dari kedua model bisnis tersebut, sudah terlihat perbedaanya diantara reseller dan dropshipper. Untuk itu, jangan sampai salah paham mengenai kedua model bisnis tersebut ya. Lalu, apa sih untungnya menjadi reseller atau dropshipper tersebut, ya?

Keuntungan yang diperoleh sebagai reseller berupa; Pertama, minim risiko. Jika ada risiko barang rusak atau tidak laku dapat dikembalikan ke pihak supplier dan biasanya pihak supplier atau produsen memiliki kebijakan mengenai retur. Kedua, fleksibel dan hemat waktu. Waktu pelaksanan bisnis ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Ketiga, mendapat laba yang lebih besar dibanding dropshipper. Hal ini di karenakan reseller dapat menentukan sendiri keuntungan dari harga produk yang dijual dan mengembangkan produk lebih luas dengan branding sendiri. Tidak menutup kemungkinan hal ini juga sesuai kebijakan dari pihak suppliernya. Keempat, membangun relasi. Biasanya untuk reseller ini membangun komunitas atau grup online untuk mengembangkan bisnisnya. Kelima, pasar tidak terbatas. Dapat mempromosikan lebih luas ke berbagai penjuru dunia melalui media sosial.

Sedangkan keuntungan sebagai dropshipper meliputi: Pertama, tanpa modal usaha. Model bisnis tidak memerlukan modal usaha. Kedua, minim risiko. Hal ini dikarenakan tidak ada risiko stok barang rusak atau menumpuk. Jika ada risiko, kemungkinan sebatas pada loyalitas pelanggan. Ketiga, fleksibel dan hemat waktu. Waktu pelaksanan bisnis ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Keempat, tak butuh keterampilan khusus. Untuk model bisnis dropshipper ini dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa keterampilan khusus tetapi yang terpenting ulet, konsisten, jujur, dan bertanggung jawab. Dan kelima, mendapat keuntungan laba.

Siapkah kalian berbisnis reseller atau dropshipper? Dalam penentuan menjadi reseller atau dropshipper, kalian perlu menempatkan kemampuan diri kalian. Bagi kalian para pemula dapat melakukan model bisnis dropshipper, karena model bisnis ini terbilang lebih fleksibel dan minim modal. Jadi, kalian boleh menyoba model bisnis dropshipper terlebih dahulu. Jika kalian sudah mengenal atau memahami mengenai manajemen waktu, stock produk, dan sistem atau tata pelayanan yang baik kepada konsumen, kalian bisa mencoba ke model bisnis reseller.  

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana

20 komentar untuk "Peluang Bisnis di Masa Covid 19: Reseller atau Dropshipper? "

  1. Balasan
    1. Terima kasih atas tanggapannya, semoga bermanfaat ya

      Hapus
  2. Terimakasi atas sharing informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas tanggapannya, sukses selalu buat para pemulaa

      Hapus
  3. Terima kaish atas informasinya, ini sangat bermanfaat untuk anak remaja yg ingin membuka usaha bisnis online.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas tanggapannya,sukses dan semangat terus bagi pemula dalam berbisnis

      Hapus
  4. sangat informatif, terima kasih

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat sekali artikelnya, pandai-pandailah memanfaatkan peluang ๐Ÿ™Œ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali najma, peluang menjadi salahsatu faktor yang mesti diperhatikan dalam hal ini ๐Ÿ‘๐Ÿป

      Hapus
  6. Sangat bermanfaat untuk saya yang sebelumnya blum tau perbedaan dropship dan reseller ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali dawa ๐Ÿ‘๐Ÿป

      Hapus
  7. Adinda Rizki Larasati11 Desember 2020 18.58

    Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. Arista Wulandari17 Desember 2020 15.15

    Terima kasih artikelnya sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembalii arista ๐Ÿ‘๐Ÿป

      Hapus
  9. Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih septiani๐Ÿ‘๐Ÿป

      Hapus
  10. Adinda Rizki Larasati18 Desember 2020 07.09

    artikel yang sangat menginspirasi

    BalasHapus
  11. Balasan
    1. Lanjutkan bisnisnyaa yaa edel๐Ÿ‘๐Ÿป

      Hapus