Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Setujukah Sekolah Offline Dimulai Januari 2021?

Oleh: Chendry Arshilya Isyan Violeta*

Kompleksitas penanganan wabah ini telah menyebabkan para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang sangat ketat untuk memutus rantai penularan Covid 19. Kebijakan social distancing berdampak fatal bagi roda kehidupan manusia. Sektor pendidikan juga terpengaruh oleh kebijakan ini. Keputusan mendadak pemerintah untuk membatalkan atau mengalihkan proses pembelajaran dari sekolah / madrasah ke rumah telah mengganggu banyak pihak.

Setujukah Sekolah Offline Dimulai Januari 2021?
Foto oleh CDC dari Pexels

Untuk meredam penyebaran wabah Covid-19 di seluruh dunia, penutupan sementara lembaga pendidikan berdampak pada jutaan pelajar di luar Indonesia. Gangguan dalam proses pembelajaran langsung antara siswa dan guru serta pembatalan penilaian pembelajaran akan mempengaruhi psikologi siswa dan menurunkan kualitas keterampilan siswa. Beban ini menjadi tanggung jawab seluruh elemen pendidikan khususnya negara memberikan kemudahan bagi seluruh stakeholders pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Bagi beberapa perguruan tinggi yang sudah memiliki sistem akademik online, menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh dari rumah atau pembelajaran online sepertinya tidak menjadi masalah. Bagi beberapa perguruan tinggi lain yang tidak memiliki sistem ini, hal ini menjadi masalah. Pada tahap pendidikan dasar, menengah dan tinggi, proses pembelajaran jarak jauh menemui banyak kendala teknis. Ketika tugas belajar disampaikan melalui aplikasi WhatsApp atau aplikasi lain, siswa dari keluarga yang tidak memiliki akses internet atau bahkan handphone akan kehilangan kesempatan untuk belajar. Menyikapi situasi ini, sekolah hendaknya memberikan kebijakan. Selain itu, dampak lain siswa yang belajar di rumah adalah terlalu terbebani untuk belajar.

Pada saat yang sama, siswa dituntut untuk mengamati dan mempelajari sendiri topik dengan cepat. Kalaupun ada cukup ruang untuk mengajukan pertanyaan kepada guru melalui pesan aplikasi WhatsApp, saya masih merasa tidak ada cukup waktu. Apalagi yang paling mungkin dilihat oleh orang tua siswa adalah bahwa home learning dan teaching juga membuat siswa mudah bosan karena tidak bisa langsung berinteraksi dengan guru dan teman. Jika orang tua kurang memahami kepribadian anak, belajar di rumah bisa membuat sebagian orang tua memberikan tekanan pada anak yang mendampinginya. Para orang tua merasa bahwa anak-anak mereka nakal, ingin bermain, dan malas belajar. Selain menghadapi perilaku anak dalam pelajaran, orang tua juga dituntut untuk menjelaskan banyak hal terkait topik tersebut, dan tidak semua orang tua siap untuk hal tersebut.

Berdasarkan pemaparan diatas, siapkah Anda untuk sekolah offline 2021? Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membuat kebijakan perguruan tinggi dapat melakukan pembelajaran secara langsung atau tatap muka pada tahun 2021, dengan kata lain pada semester berikutnya. Keputusan pembelajaran offline pada tahun 2021 didasarkan pada keputusan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. Tujuan diadakannya pembelajaran offline pada tahun 2021 karena dapat memenuhi kebutuhan sekolah yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat konektivitas internet, geografi, ekonomi dan kendala lainnya. Pemerintah juga berharap dapat meminimalisir dampak negatif PJJ terhadap anak dalam waktu yang lama. Dampak negatif tersebut antara lain meningkatnya ancaman putus sekolah, terhambatnya tumbuh kembang anak, serta adanya tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga. Pemerintah pusat akan memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah mengenai pembukaan sekolah kembali, hal ini dilakukan untuk mendukung pembelajaran tatap muka tahun 2021.

Nadiem menjelaskan, jika mahasiswa kembali ke kampus, bukan berarti kembali normal. Namun, ini akan sangat berbeda dari situasi biasanya, karena protokol sanitasi diterapkan untuk mencegah pembentukan cluster Covid-19 baru di sekolah. Dalam hal persiapan sekolah, sekolah harus dapat memastikan bahwa mereka memiliki fasilitas bersih yang layak, menegakkan peraturan wajib tentang pemakaian masker, dan mendapat persetujuan dari orang tua dan pihak lain.

Bagi pelajar dan mahasiswa sendiri, prosedur kesehatan wajib harus diikuti, seperti:

Pertama, jaga jarak (minimal 1,5 meter). Diketahui sebelumnya bahwa ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi, kontak langsung tersebut ditularkan melalui kontak langsung, misalnya melalui kontak langsung, seperti sekresi dari orang yang terinfeksi seperti air liur, melalui tetesan atau tetesan pernapasan yang menyebar. Kontak langsung adalah orang yang melakukan kontak fisik dengan kotak PDP atau Positif Covid-19 atau berada dalam ruangan dalam jarak 1 meter. Selain itu, kontak tidak langsung yang melibatkan tubuh atau permukaan yang terkontaminasi juga dapat menyebarkan virus.

Kedua, tidak ada kontak fisik. Berbagai laporan menyebutkan bahwa virus Covid-19 dapat menyebar melalui kontak fisik dengan orang yang terinfeksi. Namun, kontak fisik tidak terjadi sekali, melainkan ketegangan dan kontak lama dengan penderita. Inilah mengapa dianjurkan untuk mengurangi kontak fisik saat tidak diperlukan, misalnya berjabat tangan, mendekati atau berpelukan.

Ketiga, jumlah siswa dalam satu kelas hanya 50% dari ukuran kelas normal. Setiap orang bisa menjadi pembawa virus corona dan tidak memiliki tanda-tanda asimtomatik. Karena karakteristik virus ini, pemerintah pun berbagi teknik untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya dengan menghindari penyebaran. Tindakan dapat diambil untuk menghentikan penyebaran Covid-19 untuk menghindari keramaian. Karena tidak diketahui pada populasi yang terinfeksi Covid-19, apalagi bila tidak ada gejala.

Keempat, jadwal belajar bergilir (diputuskan oleh masing-masing sekolah). Memangkas jadwal pelajaran juga harus dilakukan guna mempersempit waktu siswa untuk berada di sekolah.

Kelima, tidak ramai (makan di kafetaria, lapangan olah raga atau kegiatan ekstrakurikuler). Kebijakan ini dibuat mengingat dalam rangka mencegah penularan virus corona harus menjauhi tempat ramai atau tempat yang berkerumun.

Keenam, harus menggunakan masker medis atau masker kain tiga lapis. Pasalnya, virus corona bisa menyebar melalui percakapan normal dan pernapasan dengan orang yang terpapar.

Ketujuh, Cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun dan air mengalir atau pembersih tangan. Mencuci tangan pakai sabun merupakan tindakan higienis bagi manusia untuk mencuci tangan dan jari dengan air dan sabun untuk membersihkannya dan menghancurkan rantai bakteri.

Kedelapan, menerapkan etika untuk batuk atau bersin. Etika batuk merupakan cara yang baik dan benar untuk batuk, hidung dan mulut anda dapat ditutup dengan tisu atau lengan baju agar bakteri tidak menyebar ke udara atau menyebar ke orang lain. Tujuan utama menjaga etiket batuk adalah untuk mencegah penyakit menyebar luas melalui udara bebas (tetesan) dan membuat orang di sekitar Anda merasa nyaman. Tetesan ini mungkin mengandung bakteri menular, dan dapat menyebar ke orang lain di sekitar melalui udara yang menghirup.

Namun, kebijakan pembukaan sekolah kembali dan pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021 dinilai "tidak realistis" karena angka positif atau angka penularan virus corona di Indonesia masih sangat tinggi. Selain itu, pemilihan kepala daerah juga akan digelar pada bulan Desember, yang berpotensi menambah jumlah kasus positif. Sebagian besar sekolah belum memiliki kode etik bagi semua warga sekolah saat mereka memulai pembelajaran tatap muka. Karena selama ini sebagian besar sekolah hanya mempersiapkan secara teknis, dimulai dari alat pengukur suhu atau heat gun, disinfektan, tempat cuci tangan dan masker. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan jika angka positif kurang dari 5%, aktivitas suatu negara bisa dilonggarkan. Jika tetap bersikeras, pemerintah harus membatalkan keputusan tersebut. Pasalnya, ada kemungkinan besar cluster transmisi Covid-19. Selain itu, akan ada libur panjang pada akhir tahun 2020. Tentunya kedua hal ini akan menyebabkan cluster penularan Covid-19 akan berdampak lebih besar pada tingkat positif atau laju penularan virus corona. Menimbang hal tersebut, jika angka penularan Covid-19 di Indonesia terus meroket, kebijakan sekolah offline di tahun 2021 merupakan kebijakan yang beresiko tinggi.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat dunia kampus.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi 

Posted by Dedi Purwana  

46 komentar untuk "Setujukah Sekolah Offline Dimulai Januari 2021?"

  1. Sangat setuju agar para siswa atau mahasiswa dapat melihat lingkungan kampus atau sekolahnya tetapi harus mematuhi protokol kesehatan. Terimakasih

    BalasHapus
  2. saya setuju kalau sekolah mulai dibuka kembali,tetapi tidak dalam waktu dekat ini karena kasus positif COVID-19 masih meningkat. Mungkin setelah vaksin diberikan secara merata merupakan waktu yang tepat untuk membuka kembali sekolah dan universitas

    BalasHapus
  3. Artikelnya sangat bermanfaat dan dan mengedukasi. Terima kasih

    BalasHapus
  4. artikel yang bermanfaatt👏🏻

    BalasHapus
  5. Artikel yang sangat bermanfaat dan informatif

    BalasHapus
  6. Sangat memotivasi... Menarik... Terimakasih

    BalasHapus
  7. Sependapat, artikel yang sangat mengedukasi

    BalasHapus
  8. Artikel yang sangat bermanfaat dan sangat mengedukasi, terima kasih

    BalasHapus
  9. Artikelnya sangat bermanfaat sekali untuk kita semua

    BalasHapus
  10. bahasanya menarik dan dapat dipahami, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  11. Artikel yang sangat bagus dan tersusun rapih

    BalasHapus
  12. sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  13. artikelnya bagus sekali, sangat mengedukasi masyarakat👍

    BalasHapus
  14. baguss dan bermanfaat artikelnya, mantapp!!

    BalasHapus
  15. Artikel yg bagus dan bermanfaat
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  16. artikelnya sangat bermanfaat dan mudah difahami, saya sendiri cukup setuju dengan isi dan pemaparan dari artikel tersebut

    BalasHapus
  17. artikelnya menarik dan sangat bermanfaat, Terimakasih

    BalasHapus
  18. artikel nya sangat menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  19. Artikel ini sangat bermanfaat sekali dan juga menarik untuk dibaca

    BalasHapus
  20. Muhammad Agil Siraj20 Desember 2020 11.14

    Artikelnya sangat menarik untuk dibaca dan mudah dimengerti.

    BalasHapus
  21. Artikel nya sangat bermanfaat sekali, dan mengedukasi orang lain

    BalasHapus
  22. Artikelnya sangat menarik dan bermanfaat, terima kasih

    BalasHapus
  23. Artikel nya menarik dan sangat informatif bagi pembaca, terimasih

    BalasHapus
  24. Karienda Faisa Asri20 Desember 2020 12.32

    Artikelnya bermanfaat dan menambah wawasan saya, terimakasih

    BalasHapus
  25. artikel nya bagus,sangat bermanfaat

    BalasHapus
  26. Artikelnya bagus dan bermanfaat

    BalasHapus
  27. Artikelnya baguss sesuai dengan isu saat ini 👍

    BalasHapus
  28. Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat ☺

    BalasHapus
  29. artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  30. setuju, yang penting tetap memperhatikan protokol kesehatan dan setiap individu sadar akan kesehatan masing2

    BalasHapus
  31. Artikel yang sangat mengedukasi��

    BalasHapus
  32. artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus