Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Google Classroom: Belajar Secara Mandiri ditengah Pandemi

Oleh: Yenni Aryani*

Pandemi corona membuat semua penduduk diberbagai belahan dunia terkena imbasnya.  Angka penularan virus Covid-19 yang cenderung meningkat memaksa pemerintah untuk melakukan kebijakan lockdown. Sehingga seluruh aktivitas masyarakat dikurangi bahkan ditiadakan. Berbagai aspek mulai dari bidang transportasi, perindustrian, pariwisata, hingga pendidikan pun mengalami perubahan sistem dalam pelaksanaan kegiatannya.

belajar mandiri gunakan google classroom
Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels

Salah satu yang akan dibahas disini adalah mengenai pelaksanaan pendidikan dimasa pandemi. Kegiatan belajar yang semula dilakukan didalam kelas kini harus dialihkan secara daring. Hal tersebut dilakukan guna mencegah bertambahnya klaster penularan Covid-19. Dengan adanya kebijakan tersebut maka guru dan siswa diharuskan untuk menggunakan teknologi dalam pelaksanaan belajar secara online.

Teknologi yang digunakan salah satunya adalah Google Classroom, yaitu suatu platform yang disediakan oleh google berupa aplikasi untuk belajar, yang bertujuan untuk menyederhanakan membuat, mendistribusikan, dan menilai tugas tanpa harus bertatap muka. Meski kegiatan belajar dapat dilakukan dengan video conference, peran Google Classroom sangat dibutuhkan diantaranya untuk membuat forum diskusi, mengirim materi, menyerahkan dan menilai tugas. Sebagaimana tujuan utamanya yakni untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa. Berikut beberapa fitur Google Classroom yang bermanfaat dalam pembelajaran daring, yaitu:

  1. Tugas. Fitur ini memungkinkan guru untuk mengirim tugas serta mengatur tenggat waktu pengumpulan tugas. File tugas dapat berupa teks, gambar, ataupun link. Bagi siswa yang sudah atau belum mengumpulkan tugas akan tersortir secara otomatis sehingga guru dapat melihat siapa siswa yang sudah maupun yang belum mengumpulkan tugas. 
  2. Penilaian. Penilaian tugas siswa dapat dilakukan dengan mudah menggunakan fitur ini. Setelah siswa sudah menyelesaikan tugas, guru dapat mengoreksi dan memberi nilai di dalam google classroom. Fitur ini dilengkapi dengan tools-tools seperti draw dan write untuk memberi tanda benar dan salah pada lembar kerja siswa. Kemudian guru dapat memberi nilai pada kolom yang tersedia, nantinya nilai ini akan terkirim pada alamat email siswa yang bersangkutan.
  3. Komunikasi. Dengan fitur ini guru dapat mengirim pesan atau pengumuman yang dapat dikomentari oleh seluruh siswa di kelas. Sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara guru dan siswa didalam kelas online. Begitu juga dengan siswa, mereka dapat memposting sesuatu menggunakan fitur ini, yang dapat dikomentari guru dan teman-temannya. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diskusi materi.
  4. Program Arsip. Fitur arsip digunakan untuk mengarsip file yang ada dalam kelas guna mempermudah guru dalam mengelola kelas. File tersebut akan hilang dari beranda dipindahkan didalam menu arsip kelas. 
  5. Aplikasi Telepon Genggam. Google menyediakan Google Classroom yang dapat diakses menggunakan ios maupun android. Ini memungkinkan Google Classroom dapat diakses kapan pun dan dimana pun. Sehingga kegiatan belajar menjadi lebih fleksibel baik dari segi devices maupun waktu. 
  6. Keamanan Pribadi (Privasi). Berbeda dengan layanan konsumen Google, karena Google Classroom merupakan bagian dari G Suite for Education, maka tidak ada iklan dalam Google Classroom. Oleh karenanya data pengguna pun tidak dipindai layaknya layanan Google yang lainnya untuk digunakan sebagai acuan target periklanan.

Fitur-fitur tersebut tentunya sangat membantu guru dalam mengelola kelas online dan mempermudah siswa dalam pembelajaran daring. Dalam hal ini juga diperlukan adanya kemandirian siswa dalam belajar. Mengingat guru tidak dapat sepenuhnya memantau aktivitas belajar siswa karena pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh. Dengan adanya pemanfaatan teknologi seperti Google Classroom diharapkan dapat membantu proses belajar siswa dirumah sekaligus meningkatkan kemandirian belajar siswa.

Dalam situasi pandemi seperti ini kegiatan belajar mengajar memang terhambat, namun tidak dengan tujuan belajarnya. Oleh karena itu siswa harus mampu mengikuti pembelajaran secara mandiri dengan literasi digital guna mencapai hasil belajar yang diharapkan. Untuk mengoptimalisasi pemanfaatan Google Classroom guna membangun kemandirian dan mencapai hasil belajar yang efektif dimasa pandemi, hal-hal berikut ini mungkin bisa menjadi solusi bagi para tenaga pendidik:

  1. Sumber Belajar yang Memadai. Materi yang dapat dikirimkan melalui Google Classroom tidak hanya berupa paper atau buku. Guru juga dapat menyisipkan gambar ataupun video sebagai media visual dalam penyampaian materi. Membaca saja sepertinya akan membuat siswa mengalami kebosanan sehingga guru dapat memberi materi secara visual untuk membangun minat belajar siswa.
  2. Tepat Waktu. Meski terasa fleksibel pembelajaran melalui media Google Classroom tetap saja harus mengikuti jadwal pelajaran dalam kelas. Guru harus menyesuaikan kapan tugas bisa mulai dibagikan dan menentukan tenggat waktu pengumpulan tugas. Dengan begitu tidak akan terjadi tumpang tindih tugas antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
  3. Forum Diskusi yang Menyenangkan. Karena menggunakan video conference akan menyedot banyak kuota maka kegiatan diskusi sesekali dapat dilakukan melalui Google Classroom. Guru dapat mengadakan diskusi yang interaktif bersama siswanya dengan memanfaatkan kolom komentar. Untuk memicu interaksi siswa guru dapat memberikan poin nilai tambahan bagi siswanya yang aktif dalam kegiatan diskusi.
  4. Feedback Positif. Ketika murid bertanya atau mengumpulkan tugas di Google Classroom guru dapat memberikan feedback melalui kolom komentar. Feedback tersebut dapat berupa tanggapan, pertanyaan, pujian dan sebagainya agar murid tidak merasa dilepas begitu saja. Dengan begitu interaksi tetap berjalan meski belajar tidak dilakukan secara tatap muka.
  5. Kalimat Penyemangat. Bersamaan dengan penugasan, guru dapat mengawalinya dengan kata-kata salam, sapa, dan memberi semangat, contohnya "Assalamualaikum, selamat pagi anak-anak kelas XI semoga sehat dan semangat selalu dalam pembalajaran daring ini". Meski terlihat sederhana tetapi kalimat tersebut penting untuk memberi positive vibes dan memotivasi siswa supaya minat belajar.

Proses belajar mengajar di masa pandemi memang tidaklah mudah. Banyak hal-hal krusial yang tidak boleh disepelekan guna menjamin mutu pendidikan beberapa diantaranya adalah poin-poin diatas. Dengan pemanfaatan Google Classroom serta kemandirian belajar diharapkan dapat mempermudah guru bersama peserta didik guna mencapai tujuan belajar di masa pandemi ini. Semoga sobat dunia kampus terinspirasi artikel ini.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana 

2 komentar untuk "Google Classroom: Belajar Secara Mandiri ditengah Pandemi"

  1. Ilmu yang sangat bermanfaat terutama diera pandemi seperti ini yg mengharuskan belajar secara daring, memberikan semangat dan pengetahuan. Terima kasih

    BalasHapus
  2. Artikel yang bermanfaat terlebih pada kondisi saat ini, pembelajaran menggunakan daring. Terima kasih ilmunya

    BalasHapus