Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menghindari Prokrastinasi Pada Masa Pandemi

Oleh: Rachmat Farizi P*

“Komunitas Mahasiswa Rebahan, timbul akibat pandemi Covid-19”. Mungkin itu kata-kata yang pas untuk menggambarkan situasi pada masa sekarang ini. Tingginya kasus yang terlular virus Corona ini membuat pemerintah terpaksa harus membuat kebijakan dimana segala urusan yang bertatap muka, bertemu dan berkegiatan harus dibatasi. Adapun biasanya protokol kesehatan yang harus dipatuhi, seperti  menggunakan masker dan mengurangi  kerumunan. Oleh, karena itu pada bidang pendidikan pun  khususnya  pada jenjang universitas, kampus-kampus mulai memberlakukan proses pembelajaran menggunakan sistem daring atau online.

prokrastinasi akademik di dunia kampus
Foto oleh Vlada Karpovich dari Pexels

Dengan diubahnya  proses belajar mengajar menjadi sistem daring, para mahasiswapun memberikan respon yang berbeda-beda. Ada yang semakin rajin, adapula yang semakin malas. Sistem daring ini banyak dikeluhkan banyak mahasiswa karena dirasa makin banyak tugas yang mereka kerjakan di bandingkan pada waktu proses belajar mengajar menggunakan sistem luring. Oleh karena banyaknya tugas yang menumpuk, membuat mahasiswa menjadi bingung mana yang harus ia kerjakan terlebih dahulu, ketika sudah bingung, sudah tidak ada lagi motivasi dalam dirinya untuk mengerjakanya, ketika sudah tidak ada lagi motivasi didalam dirinya, yang  terjadi hanya rasa malas,k etika rasa malas itu telah muncul, yang ia pikirkan hanyalah bagaimana caranya mereka dapat rebahan dengan santai.

Hal ini membuat tugas-tugas mereka menjadi tertunda atau yang biasa kita kenal dengan prokrastinasi akademik. Oleh karena itu, diharapkan  untuk para mahasiswa dapat mengatur cara belajar mereka atau yang biasa kita sebut dengan  self regulated learning  dengan sistem daring yang diterapkan sekarang agar tugas yang diberikan oleh dosen dapat dikerjakan dengan baik dan tepat waktu.

Menurut  Dr. Joseph  Ferrari (2017), ada beberapa hal yang membuat kenapa seseorang suka untuk menunda pekerjaan:

Pertama, Prokastinasi itu gaya hidup, dikalangan mahasiswa sering muncul istilah “Kalau bisa besok, kenapa harus sekarang ?” Hal ini yang membuat mahasiswa menjadi lebih sering menunda tugas yang diberikan.

Kedua, Bukan masalah manajemen waktu, para mahasiswa yang melakukan prokrastinasi itu tidaklah memiliki masalah dengan manajemen waktu. Namun karena mereka  jauh lebih optimis dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikanya dengan waktu yang singkat.

Ketiga, Bukan sifat bawaan, Sebagian orang menganggap prokrastinasi adalah dampak dari pola asuh orang tua yang salah dan malas mendidik anaknya. Menurut Dr. Joseph Ferarri, hasil dari pola asuh orang tua yang otoriter lah yang membuat anak menjadi prokastinator. Bahkan prokastinasi adalah bentuk pemborantakan dari anak yang merasa selalu ditekan dan dikontrol oleh orang tuanya.

Nah pada masa pandemi seperti ini, terkadang proses pembelajaran menggunakan media Zoom, Google Classroom, dan yang lainya sulit bagi mahasiswa untuk memahami pelajaran yang diberika oleh dosen. Adapun yang terkendala masalah sinyal, kuota, dan device yang kurang mendukung, hal ini membuat para mahasiswa jadi kurang termotivasi untuk mengerjakan tugas tugasnya, ditambah lagi tugas yang dianggap terlalu banyak dibandingkan pada sistem pembelajaran tatap muka.

Oleh karena itu untuk mengatasi kecendurangan untuk menunda pekerjaan atau prokrastinasi, Adapun hal-hal berikut yang dapat dilakukan agar para mahasiswa dapat terhindar dari prokrastinasi:

  1. Mengubah cara pandang, Umumnya kamu akan lebih suka mengerjakan hal yang menyenangkan dibandingkan melakukan kegiatan yang ribet dan bikin pusing seperti mengerjakan tugas. Coba sekarang ubah cara pandang itu dan mulai untuk berpikir apa manfaat yang didapat jika menyelesaikan tugas-tugas tersebut. No pain no gain guys.
  2. No excuse. Jangan pernah ada alasan untuk menunda-nunda, jangan karena alasan covid,  malas, ngantuk, ga mood ataupun diajak nongkrong bareng teman membuat kamu jadi menunda apa yang seharusnya kamu kerjakan. Jadikan tugas ini menjadi prioritas agar kamu mengerjakanya dengan tepat waktu.
  3. Cicil beban tugas. Membuat kerangka, jadwal dan hal-hal apa saja yang harus dilakukan terlebih dahulu agar tugas tersebut terasa ringan. Jangan langsung mengerjakan semuanya dalam satu waktu, hal itu biasanya membuat kita merasa lelah dan jenuh.
  4. Fokus terhadap kenyataan. Ketika membuat jadwal, pastikan kita mampu menyelesaikan tugas tersebut sesuai dengan waktu dan jadwal yang telah kita tetapkan. Jangan membuat jadwal yang sekiranya tidak logis. Susunlah jadwal sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang kamu hadapi, jangan terlalu memaksakan untuk menyeleaikan semua tugas dalam satu waktu.
  5. Apresiasi merupakan hal penting. Anggep saja setiap kamu menyelasikan tugas tertentu kamu akan mendapatkan reward atau hadiah. Seperti contoh, ketika kamu menyelesaikan satu tugas sesuai dengan jadwal yang telah kamu buat, maka kamu boleh membeli minuman kopi kesukaanmu, atau setelah menyelesaikan tugas dalam satu minggu penuh, kamu baru boleh menonton film baru di web streaming selama. Karena secara tidak langsung hal itu sangat berpengaruh agar kamu merasa termotivasi untuk menyelesaikan tugas tersebut.
  6. Manfaatkan berbagai sumber belajar. Dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti google scholar, Zoom, Youtube, dan yang lainya diharapkan para mahasiswa dapat mengembangkan cara belajrnya  agar dapat beradaptasi dengan sistem pembelajaran secara online ini. Sepeti contoh, memanfaatkan whatsapp ataupun Zoom, untuk membahas tugas bersama agar mudah untuk diselesaikan.

Dalam keadaan pandemi seperti ini, mau tidak mau mahasiswa harus beradaptasi dengan sistem yang baru ini, harus mampu memanfaatkan teknologi dengan baik, tidak manja lagi dalam mencari sumber belajar, kita dapat memanfaatkan berbagi sumber literasi dari berbagai web dukasi maupun platform pembelajaran yang lainya. Jangan menjadikan pandemi covid-19 ini menjadi alasan kita untuk menjadi malas dan bergabung dengan komunitas kaum rebahan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat dunia kampus.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana 

Posting Komentar untuk "Menghindari Prokrastinasi Pada Masa Pandemi"