Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Bangkit atau Bangkrut: UMKM Menghadapi Pandemi Covid 19

Oleh: Muhammad Rasya Febriano*

Pandemi Covid 19 merupakan pandemi atau musibah yang di alami oleh seluruh dunia. Pandemi atau virus ini pertama kali muncul di Cina tepatnya di Kota Wuhan, lalu pada akhirnya menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Seperti yang kita semua ketahui bahwa pada bulan Maret 2020, tepatnya pada tanggal 2 Maret 2020 merupakan awal dari masuknya sebuah virus yang cukup berbahaya yaitu Virus Corona atau Covid 19 ke Indonesia. Hingga saat ini virus tersebut belum juga memiliki vaksin dan obat yang dapat menyembuhkan penyakit atau virus tersebut.

Bangkit atau Bangkrut: UMKM Menghadapi Pandemi Covid 19

Virus ini membawa dampak buruk dalam berbagai sektor di Indonesia, terutama pada sektor ekonomi. Banyak perushaan-perusahaan yang tutup dikarenakan di berlakukannya “lockdown” (Karantina/Isolasi) di berbagai daerah. Hal ini menyebabkan banyaknya karyawan-karyawan yang terkena PHK. Dengan banyaknya karyawan-karyawan yang terkena PHK akan bertambahlah para pelaku-pelaku UMKM yang dulunya mungkin karyawan yang terkena PHK. Walaupun begitu baik UMKM lama maupun Baru akan terpengaruh juga dengan adanya Pandemi Covid 19 ini. Karena masih banyak daerah-daerah yang melakukan lockdown dan juga akan banyak orang yang takut untuk keluar rumah dan makan diluar dikarenakan takut terkena Covid 19. Hal ini akan membuat para pemilik UMKM lama maupun baru berpikir keras untuk mempertahankan usahanya atau menghentikan usahanya ( Gulung Tikar ) atau bisa disebut bangkrut. Jadi bagaimana cara agar UMKM dapat melanjutkan dan juga mengembangkan usahanya? adakah cara atau tips dan trik agar UMKM dapat bertahan dan jika bisa tambah berkembang?

Dari latar belakang di atas dapat kita ketahui bahwa dalam mempertahankan UMKM dalam menghadapi Covid 19 di perlukan beberapa tips dan trik agar UMKM dapat bangkit dan tidak gulung tikar ( Bangkrut ). Ada beberapa tips dan trik yang dapat di gunakan atau di pakai oleh pemilik UMKM dalam menghadapi pandemic Covid 19 ini, yaitu antara lain adalah :

1.      Berinovasi dan Pintar Mencari Peluang Bisnis. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan pasar. Pada pandemi corona sekarang ini banyak sekali kebutuhan masyarakat yang bisa dijadikan peluang. Misalnya saja kebutuhan akan masker. Sejak beberapa waktu terakhir, kebutuhan akan masker kain melonjak hebat. Hal ini bisa jadi peluang tersendiri supaya bisnis tetap bertahan. Misalnya saja jika selama ini bergerak dalam bidang konveksi, bisa saja beralih ke masker atau APD (alat perlindungan diri). Dalam kondisi seperti ini, menjadi fleksibel dan mengerti kebutuhan pasar merupakan pilihan yang sangat bijak. Jangan sampai karena tidak berinovasi, usaha malah terbengkalai dan akan selalu merugi. Intinya setiap melakukan usaha di usahakan selalu berinovatif dengan produk-produk yang di pasarkan jangan hanya monoton saja.

2.      Tingkatkan Pemasaran. Dahulu salah satu cara efektif memperkenalkan hasil UMKM adalah dengan bazar-bazar atau pasar dadakan. Namun saat pandemi sangat tidak memungkinkan untuk mengundang keramaian. Maka dari itulah perlu inovasi dalam melakukan pemasaran. Mulailah untuk melakukan promosi dengan berbagai media sosial. Bisa melalui YouTube, website, Instagram, Facebook, atau bahkan TikTok yang sedang ramai digunakan dan dilihat. Dengan banyaknya fasilitas promosi yang dapat digunakan, hal ini di harapkan dapat meningkatkan penjualan dan ketenaran produk maupun usaha tersebut. Bagi yang selama ini melakukan bisnis UMKM bidang kecantikan atau hasil produk kerajinan lakukan promosi secara online dengan gencar. Jika perlu hubungi pelanggan secara langsung melalui aplikasi chatting. Dan juga bisa dengan mengendors artis-artis atau selebgram agar para pelanggan lebih percaya pada produk yang akan dijual.

3.      Mempertahankan Kualitas Produk. Meski di tengah kesusahan seperti sekarang ini, selalu pertahankan kualitas produk. Jika memungkinkan ciptakan paket ekonomis. Jika kualitas produk tetap terjaga di tengah pandemi, konsumen akan tetap setia. Sudah banyak UMKM yang tetap mempertahankan kualitas produknya supaya bisa bertahan. Contohnya saja bagi yang bergerak dalam UMKM service atau pemberi layanan, bisa terus mempertahankan kualitas kerjanya. Jika memungkinkan beri service yang lebih. Baik bidang otomotif atau fashion, berikan pelayanan maksimal. Tapi tentu saja tetap perhatikan protokol kesehatan.

4.      Memanfaatkan Teknologi dengan Optimal. Para pelaku UMKM juga perlu untuk memanfaatkan teknologi secara lebih optimal. Misalnya saja melakukan kerjasama dengan e-commerce kondang di Indonesia, contohnya Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada dll. Dengan begitu, jangkauan konsumen lebih luas, tidak jarang ada promo-promo yang membuat barang makin laku. Tidak hanya bekerjasama dengan e-commerce, tingkatkan penggunaan teknologi dalam hal layanan. Bagi yang bergerak dalam UMKM bidang pengantaran atau kurir misalnya, bisa meningkatkan pelayanan dengan membayar lewat digital. Banyak dompet digital yang bisa dipilih, contohnya Dana, Ovo, Gopay dll. Selain memudahkan konsumen, juga akan mengurangi risiko penyebaran virus corona.

5.      Menawarkan Layanan Same Day Delivery. Jika sudah mengoptimalkan UMKM secara online, padukan dengan layanan pengiriman yang bervariasi. Salah satu yang direkomendasikan adalah layanan same day delivery atau pengiriman di hari yang sama. Terutama bagi UMKM yang  bergerak dalam bidang makanan, baik itu instant food atau frozen food, layanan tersebut akan memaksimalkan penjualan online. Dan juga bisa bekerjasama dengan perusahaan delivery food seperti Gojek atau Grab. Tidak hanya untuk makanan saja, banyak kebutuhan lainnya yang membutuhkan pengantaran di hari yang sama. Barang akan lebih cepat ke pelanggan. Jika ada keluhan bisa segera ditangani. Ini bisa menjadi peluang yang sangat bagus untuk bertahan bahkan meningkatkan pendapatan di masa pandemi.

6.      Melakukan Analisis SWOT. Analisis strength, weakness, opportunity, and threat (SWOT) penting dilakukan di masa sulit ini. Dengan analisis SWOT, para pelaku UMKM bisa menginventarisir mana yang jadi kekurangan atau kelemahan usaha, dan hal apa yang justru jadi kekuatan dan sumber peluang.

7.      Bergabung dengan Komunitas. Banyak yang menyebut bahwa UMKM memiliki tingkat ketahanan tinggi ketika menghadapi krisis, dibandingkan usaha besar. Hal ini dikarenakan para pelaku UMKM  biasanya bergabung dengan komunitas wirausahawan. Dengan adanya komunitas wirausahawan, para pelaku UMKM tidak hanya sebatas untuk menambah pengetahuan, tetapi juga untuk saling mensupport, membantu dalam memenuhi bahan produksi dan juga saling mempromosikan usaha masing-masing.

Dalam setiap usaha yang dirintis pasti akan ada banyak rintangan yang harus dilalui contohnya pada situasi pandemic saat ini, tetapi dengan cara mengimplementasikan tips dan trik di atas di harapkan usaha yang kita rintis tersebut dapat bertahan dan berkembang. Jangan menunggu dan melihat bisnis UMKM yang kita rintis perlahan-lahan gulung tikar . Lakukanlah cara-cara di atas supaya bisnis tetap bisa bertahan. Jika perlu banting setir ke sektor UMKM lain, lakukanlah hal tersebut apabila sector UMKM lain lebih menguntungkan karena pada saat pandemi ini fokusnya adalah untuk mempertahankan bisnis yang dirintis terlebih dahulu. Jika UMKM yang kita jalani dapat bertahan dari pandemi tersebut, kita akan mendapatkan pengalaman yang berharga dalam menghadapi bencana atau pandemi yang sangat berpengaruh seperti Covid 19 ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat dunia kampus.

*Mahasiswa Program Studi Akuntansi (D3) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana 

10 komentar untuk "Bangkit atau Bangkrut: UMKM Menghadapi Pandemi Covid 19"

  1. Artikel yang bermanfaat. Semoga di tahun 2021 UMKM bisa meroket

    BalasHapus
  2. Mantep banget bang. Harapan besar ya bang UMKM untuk tetap jaya.

    BalasHapus
  3. Stephanie Nathania18 Desember 2020 20.13

    Mantap sekalii ruth artikelnya

    BalasHapus
  4. Saangat bermanfaat sekali artikelnya, terima kasih

    BalasHapus
  5. Keren artikelnya, sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  6. Terimakasih kepada sdr. Rasya yang telah menuangkan ide dan opini yang sangat baik ini. Saya mendapat banyak ilmu baru dari artikel ini, pun dengan pelaku umkm diluar sana. Dengan membaca artikel ini saya harap bayak pelaku bisnis yang tetap dan akan optimis disaat pandemi seperti sekarang ini.

    Salam

    BalasHapus