Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Di Saat Pandemi, Wirausaha bisa apa?

Oleh : Arbi Setiawan*

Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan serangan virus Covid-19 yang membuat semua sektor terganggu. Tanpa pandang bulu Covid-19 menyerang hampir di semua negara tak terkecuali Indonesia. Dilansir pada laman situs covid19.co.id hingga kini tanggal 6 Desember 2020 pukul 16.00 sebanyak 575.796 orang di Indonesia yang Positif akan Covid-19. Dengan angka yang terus bertambah, akan membuat banyak sektor-sektor yang mengalami dampaknya. Salah satu sektor yang berdampak pada masa pandemi ini adalah sektor ekonomi. 

Foto oleh Suzy Hazelwood dari Pexels

Pada masa sebelum pandemi Covid-19 ini mulai, para pelaku usaha yang ada di Indonesia dapat menjalankan usahanya dan dapat berinteraksi dengan konsumen secara bebas. Bila melihat kondisi perekonomian pada tahun ini 2020 bisa dapat dikatakan harus ada pembatasan kontak fisik (physical distancing) antara pelaku usaha dengan konsumen. Berkaca dari hal inilah, perlu adanya pembaruan dan adaptasi dari pelaku usaha itu sendiri.

Meskipun disaat ini sudah banyak platform, social media mulai dari instagram, facebook, whatsapp, telegram, dan marketplace lainnya yang dapat digunakan untuk memaksimalkan transaksi jual beli. Tidak dapat dipungkiri bahwa pelaku usaha di Indonesia memiliki bentuk usaha fisik, seperti toko, berjualan di Car Free Day, atau memiliki gerobak keliling. Berkaca dari kendala inilah maka akan berdampak pada ekonomi nasional. Ketika para pelaku usaha memiliki banyak hambatan, sektor pariwisata nasional juga seret, kegiatan ekspor-impor terganggu, dan banyak kendala perekonomian lainnya maka akan berimbas pada kenaikan angka inflasi yang ada Indonesia.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) November ini menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 naik 0,47%. Hal ini terjadi juga inflasi pada bulan November 2020 yang hanya 0,28%, yang dikarenakan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Berdasarkan angka inflasi inlah bisa diketahui bahwa perekonomian kita melemah, hal ini dikarenakan pada lembaran puncak tahun ini yang merupakan puncak klimaks kegentingan masyarakat. Pendapatan yang mereka terima akan mereka alokasikan untuk pangan ataupun Kesehatan. Hal ini yang menyebabkan roda perekonomian yang ada di Indonesia tidak bergerak yang diakibatkan dari inflasi tersebut.

Di negara Indonesia ini yang merupakan negara yang masih memiliki sektor produksi, sehingga meski dilanda pandemi kita masih memiliki inflasi meskipun terbilang sangat kecil, dimasa pandemi ini banyak bermunculan para pelaku usaha baru dengan motif menambah pemasukan, melebarkan sayapnya atau untuk menggantikan pekerjaannya. Hal ini merupakan langkah positif ketika masyarakat dapat membaca peluang pasar dan memanfaatkannya. Ketika banyak yang menjadi pelaku usaha dan itu akan menghidupkan roda perekonomian serta menggerakan daya beli masyarakat. Pelaku usaha turut andil dalam menjaga perekonomian negara melalui hal ini Disamping itu para pelaku usaha juga mmebantu pemerintah dalam menyediakan barang yang sedang dibutuhkan masyarakat. Ketika barang yang dibutuhkan masyarakat ini memiliki daya minat yang tinggi, para pelaku usaha akan memerlukan sumber daya manusia tambahan, sehingga akan berpotensi membuka peluang kerja bagi warga disekitarnya dan hal ini secara tidak langsung membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Meski menghadapi pandemi Covid-19, dalam keadaan ini. Kita juga harus tetap optimis dan  percaya ada peluang bagi generasi wirausahawan berikutnya dan sekaranglah adalah waktu terbaik untuk membangun perusahaan. Dan pandemi ini kita juga menetapkan aturan dan norma baru untuk mencoba membangun kembali kepercayaan dan memberi ekonomi peluang untuk bertahan hidup.

Namun, yang kurang diperhatikan dan dibahas adalah dampak pandemi pada bisnis wirausaha dalam gambaran tentang bagaimana wirausahawan dan sistem mereka terpengaruh oleh pandemi jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan, pada awalnya yang kita yakini tetapi memahami itu penting bagaimana bentuknya (kembali) hari ini akan memiliki efek jangka panjang dalam menghadapi pandemi ini. Sehingga perlunya untuk menyusun ide-ide baru yang inovatif dalam mendorong terjadinya peningkatan kreativitas. Oleh sebab itu, untuk menanggapi kebutuhan yang ada dan peningkatan aktivitas kewirausahaan dalam mengatasi krisis ini. Di saat pandemi inilah yang memicu banyak orang untuk memulai bisnis mereka sendiri. Dengan begitu banyak lembaga besar melepaskan karyawan yang berbakat dan berkualitas, mungkin krisis ini dan dampak setelahnya akan mendorong lebih banyak orang untuk mengambil risiko yang terkait dengan kewirausahaan. Bisa dikatakan perubahan yang kita amati hari akibat wabah pandemi Covid-19 ini mungkin merupakan pedang bermata dua, yang awalnya berpendapat bahwa krisis ini dapat berdampak negatif terhadap wirausaha, yang lain mungkin menyarankan bahwa perubahan yang kita amati saat ini dapat mengubah persepsi wirausaha menjadi lebih baik. Oleh karena itu, sesungguhnya itu potensi untuk mendemokrasikan kewirausahaan dan menciptakan model peran wirausaha baru yang lebih mudah dikenali oleh orang. Apa yang kita lihat hari ini adalah potensi untuk wirausaha dalam menciptakan model peran kewirausahaan baru yang lebih mudah diidentifikasi orang yang pada akhirnya dapat menurunkan ambang kewirausahaan bagi banyak orang dan merangsang orang untuk memulai bisnis mereka sendiri untuk mendorong lebih banyak mengambil risikonya yang terkait dengan kewirausahaan dalam menemukan peluang. Dan kita sebagai wirausaha bisa beradaptasi dan mengisi kesenjangan daripada perusahaan yang lebih mapan. Yang akhirnya kita dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Sementara itu, banyak perusahaan baru akan gagal untuk bertahan dari krisis, pandemi ini juga memunculkan lebih banyak aktivitas kewirausahaan atau baru pengingat bagi kita untuk mempertimbangkan kembali bagaimana kita menghargai inovasi dalam sistem wirausaha dan bagaimana kita akan bisa mempengaruhi untuk maju dan apa yang bisa dilakukan oleh pemain yang berbeda untuk memastikan kita bergerak ke arah yang benar. Dalam Covid-19 ini yang merupakan pandemi global dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun lebih tepatnya 9 bulan lebih, yang telah menyebar ke seluruh dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketika negara berusaha untuk pulih, beberapa tantangan kita semua hadapi dan peluang ketika pandemi ini berakhir secara berangsur-angsur mulai dari sektor bisnis, pendidikan, lingkungan, sosial, teknologi, dan ekonomi kita baru akan terlihat membaik dari sebelumnya.

*Mahasiswa Program Studi Akuntansi (D3) Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana

10 komentar untuk "Di Saat Pandemi, Wirausaha bisa apa?"

  1. Menarik sekali artikelnya, keren ๐Ÿ‘๐Ÿผ

    BalasHapus
  2. Semoga bisa berwirausaha walau di tengah pandemi. Keren๐Ÿ‘

    BalasHapus
  3. Diaz W Wibisono12 Desember 2020 10.03

    Bagus sekali artikel yang ditulis dan informatif sekali

    BalasHapus
  4. Artikel yang menarik, sejatinya setelah kesusahan akan ada kemudahan. Semoga UMKM bisa bangkit pasca pandemi

    BalasHapus
  5. Saangat bermanfaat sekali artikelnya, terima kasih

    BalasHapus