Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ingin Menjadi Kaya di Masa Pandemi? Tips Berinvestasi Untuk Pemula

Oleh : Muhammad Rakhmat Aghisna*

Kata “investasi” berasal dari bahasa Inggris invest, dan akarnya adalah investasi, yang berarti penanaman. Seperti halnya pemahaman awal tentang konsep pertanian, tentunya jika seorang petani menanam tanaman, ia berharap benih yang ia tanam bisa tumbuh dan berbuah baik. Karena itu, petani bisa mendapatkan keuntungan dari tanaman ini. Hal yang sama berlaku untuk keuangan. Jika seorang investor menginvestasikan sejumlah dana pada suatu bisnis tertentu, maka tentunya investor tersebut mengharapkan dana tersebut akan tumbuh dan menghasilkan keuntungan. Investasi merupakan salah satu cara untuk mengembangkan uang atau aset yang Anda miliki saat ini. Singkatnya, Anda bermaksud mengumpulkan lebih banyak dana untuk mencapai tujuan tertentu daripada keuntungan di masa depan.

Ingin Menjadi Kaya di Masa Pandemi? Tips Berinvestasi Untuk Pemula
Foto oleh Michael Steinberg dari Pexels

Namun, kegiatan investasi saat ini harus lebih terencana dan dilakukan dengan tepat, karena memperhitungkan virus menular yang kini menyerang manusia, yaitu virus corona. Hal ini menghambat kegiatan investasi dan menyebabkan masyarakat mempertimbangkan kembali kegiatan tersebut. Wabah COVID-19 berdampak serius di hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Dampaknya tidak hanya di satu area, tetapi juga hampir di semua aktivitas yang ada. Selama wabah COVID-19, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah investasi.

COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak besar pada sektor ekonomi Indonesia. Ketidakpastian pasar yang terus menunjukkan pelemahan menyebabkan kecemasan di kalangan investor dan masyarakat. Oleh karena itu, banyak investor yang menarik alat investasinya. Oleh karena itu, strategi investasi perlu dipertimbangkan kembali. Teknik paling cerdas untuk berinvestasi adalah memahami tujuan terlebih dahulu, kemudian menerapkan jenis atau alat yang paling sesuai untuk mencapai tujuan tersebut. Penting untuk dapat memprediksi kekacauan yang mungkin muncul ketika pasar berfluktuasi, seperti pandemi COVID-19 saat ini. Keputusan apakah akan menjual atau menahan atau mentransfer alat yang dimiliki harus mengacu pada tujuan awal yang diidentifikasi.

Jika Anda masih mempertimbangkan, Anda belum memutuskan apakah akan menabung atau berinvestasi. Sebaiknya Anda memilih untuk menyimpan dulu. Mengapa demikian? Jika suatu saat Anda mengalami kekurangan uang tunai, Anda akan membutuhkan tabungan ini untuk memenuhi kebutuhan Anda. Namun, jika Anda tidak memiliki tabungan, tetapi hanya Investasi, tidak terpikirkan ketika nilai investasi suatu hari turun dan Anda membutuhkan uang tunai. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda memiliki tabungan sebelum berinvestasi.

Sebelum Anda mulai berinvestasi, Anda harus memahami kebutuhan dan karakteristik investasi Anda. Tujuan keuangan setiap investor sangat bervariasi. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami risiko yang mungkin Anda hadapi sebagai investor. Semua investasi, baik dalam saham, obligasi, deposito bank, atau bentuk sekuritas lainnya, berisiko. Nilai saham dan sekuritas lainnya dapat naik atau turun, tergantung pada kinerja perusahaan, industri, kondisi pasar modal / uang, dan negara / wilayah. Sebagai prinsip dasar investasi, risiko tetap ada, namun dapat diminimalisir dengan penanganan dana yang profesional.

Saran investasi paling sederhana adalah: beli saat harga rendah dan jual saat harga tinggi. Namun, karena harga rendah dan harga tinggi bersifat kualitatif, sulit bagi kita untuk menggambarkan harga mana yang dianggap murah dan mana yang mahal. Inilah mengapa kami menggunakan angka untuk menentukan nilai investasi. Misalnya, dalam investasi reksa dana, harga unit. Harga unit ini atau NAB (Nilai Aktiva Bersih) berubah setiap hari, dan yang kita dapatkan hari ini sebenarnya adalah harga satuan kemarin yaitu 14.00 atau 15.00, tergantung kebijakan perusahaan

Dalam dunia investasi saham, Anda bisa menjadi sangat kaya dengan berinvestasi secara pasif di perusahaan terkemuka. Sebaiknya kita memilih saham perusahaan yang sudah berdiri ratusan tahun dari sekarang. Saat membeli saham, kita harus mempertimbangkan untuk membeli perusahaan atau enterprise, bukan hanya membeli selembar kertas yang harganya berfluktuasi keesokan harinya. Kita harus memilih saham terbaik, seperti saat kita ingin memilih pasangan hidup.

Masyarakat harus memahami bahwa bisnis di bidang investasi ini memiliki risiko dan harus diwaspadai sejak awal, sehingga setiap return yang diinginkan investor selalu proporsional dengan risikonya. Jika seorang investor mau menerima resiko yang besar (big risk) maka dia akan mendapatkan return yang tinggi (high return), namun bagi investor yang tidak mau menerima resiko maka tingkat pengembaliannya sangat rendah (low return).

Besarnya reward juga terkait dengan jumlah investasi. Jika seseorang menginvestasikan banyak uang, keuntungannya akan lebih besar. Ada beberapa strategi sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi. Selain itu, karena situasi pandemi COVID-19 saat ini, banyak pekerja yang dipulangkan. Untuk mencari nafkah atau bahkan untung, tidak sedikit orang yang melakukan kejahatan karena satu dan lain hal. Bagi peserta investasi atau investor, sangat penting untuk memelihara, melacak dan menganalisis perkembangan COVID-19.

Ada sejumlah langkah yang harus dilakukan investor terutama untuk  pemula sebelum mulai melakukan kegiatan investasi.

Pertama, tetapkan tujuan dalam waktu dekat. Ini bertujuan untuk memilih jenis investasi yang tepat dan menyesuaikannya dengan profil risikonya. Pada saat terjadi pandemi, sangat cocok berinvestasi dengan sifat keamanan yang rendah terutama sebagai investor khususnya pemula.

Kedua, jika perlu membayar biaya seperti uang sekolah dalam waktu dekat, jenis alokasi modal jangka pendek dan berisiko rendah adalah dana pasar uang dan obligasi pemerintah. Obligasi pemerintah dianggap aman karena penjaminnya adalah pemerintah. Jika simpanan dalam bentuk deposito dengan nilai hingga Rp 2 miliar dijamin melalui LPS, nilai penjaminan obligasi pemerintah bisa lebih besar lagi, dan setiap investor bisa menjamin hingga Rp 3 miliar.

Dana berupa obligasi pemerintah akan digunakan untuk mendanai berbagai proyek yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti irigasi dan jalan tol. Obligasi pemerintah terbagi dalam empat kategori, yaitu obligasi syariah ritel, obligasi pemerintah ritel (ORI), tabungan obligasi syariah, dan tabungan obligasi ritel. Harga minimal pembelian obligasi pemerintah adalah Rp 1 juta.

Selain obligasi pemerintah, investor pemula juga bisa menjajal reksa dana pasar uang. Reksa dana jenis ini memiliki tingkat risiko yang paling rendah. Reksa dana pasar uang tidak terlalu berisiko karena ditempatkan pada produk dengan jangka waktu yang lebih pendek. Investor hanya perlu mendatangi unit bank terdekat yang telah memiliki izin untuk menjual reksa dana. Di bawah inisiatif "One Belt One Road", 100 cabang prioritas telah memperoleh izin untuk menjual reksa dana pasar uang. Permintaannya sangat mudah, yaitu membawa KTP, buku tabungan dan NPWP. Sebagai pilihan, Anda juga dapat memilih layanan debet otomatis yang secara teratur memotong tabungan Anda untuk dialokasikan ke reksa dana. Jadi, terbiasa menabung reksa dana setiap bulan mulai Rp100.000 sudah bisa investasi di reksa dana.

Apapun pilihan investasi Anda, penting mengukur profil Anda sebagai investor terkait dengan resiko investasi. Pahami formula investasi – low return low risk, moderate return moderate risk dan high return high risk. Selamat mencoba produk-produk investasi yang tersedia.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.

Posted by Dedi Purwana

4 komentar untuk "Ingin Menjadi Kaya di Masa Pandemi? Tips Berinvestasi Untuk Pemula"

  1. Sangat bermanfaat sekali artikelnya. Yuk mulai belajar investasi dari sekarang 🙌

    BalasHapus
  2. Masya Allah bermanfaat sekali untuk saya yang masih ragu untuk mulai Investasi

    BalasHapus
  3. Mantap artikelnya, jadi berani untuk memulai investasi

    BalasHapus
  4. Adinda Rizki Larasati11 Desember 2020 pukul 18.58

    Sangat bermanfaat

    BalasHapus