Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Keresahan Pandemik Menjadi Tantangan atau Peluang?

Oleh: Maulidiana Jihan Lutfiyah*

Sebagaimana kita alami saat ini adalah karantina yang berkepanjangan, hal tak terduga yang datang secara tiba-tiba membuat banyak kegiatan harus tertunda. Covid19 yang tak kunjung usai semakin meresahkan dimata manusia. Namun, sejumlah negara banyak yang sudah melonggarkan peraturan agar manusia dapat beraktivitas sebagaimana mestinya, dengan penerapan 3M di masa seperti ini mereka tetap dapat melakukan aktivitas dengan aman. Adaptasi semua aktivitas tetap boleh dilakukan selama menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Di masa seperti ini justru banyak keluarga yang memanfaatkan waktunya untuk berlibur bersama, seperti menginap di villa, berwisata ke tempat rekreasi unik, bahkan banyak yang mengadakan resepsi pernikahan. Kegiatan-kegiatan tersebut sangat menggiurkan karena kehidupan selama karantina yang berbulan-bulan cukup memberi efek  jenuh dan lelah.

Keresahan Pandemik Menjadi Tantangan atau Peluang?
Foto oleh Apex 360 dari Pexels

Tak luput dari semua kesempatan yang bisa dilakukan, perlu diingat bahwa virus corona masih hadir di tengah-tengah kita dan mengancam kesehatan manusia. Maka dari itu, meskipun sudah mematuhi protokol kesehatan virus corona tetap saja memiliki risiko penyebaran dalam setiap kegiatannya. Manusia yang sudah sangat berhati-hatipun dapat mengalami risiko corona. Entah melalui gejala ataupun sama sekali tidak bergejala. Penyebaran yang menghadirkan peningkatan menjadikan manusia lebih waspada terhadap penyebaran virus namun tak sedikit juga yang meremehkan karena tidak meyakini terkait penyebaran virus tersebut.

Seperti kasusnya, banyak orang yang tetap melakukan karantina dirumah (stay at home) tetapi masih bisa terjerat virus, bisa jadi penularan virus tersebut karena adanya orang rumah yang keluar untuk bekerja atau melakukan aktivitas di luar, tanpa sadar ia telah membawa virus dari barang yang digunakannya selama diluar. Maka perlu diperhatikan lagi agar kita dapat memutus tali penyebaran virus Covid19 ini. Penularan yang terjadi begitu cepat tanpa kita sadari, semakin banyak yang terjerat virus justru semakin banyak pula yang semakin acuh. Penyebaran yang dikatakan rancu karena tidak terdeteksi asal yang jelas mengenai proses penyebarannya harus menjadi perhatian besar bagi semua aspek. Selain, kesehatan yang semakin terancam karena virus ini, jiwa manusia juga yang semakin lemah karena harus berkarantina dirumah dan melakukan aktivitas monoton secara berkala. Kejenuhan yang dialami cukup banyak merugikan berbagai aspek.

Kejenuhan yang sangat dirasakan adalah bagi anak-anak sekolahan, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring atau jarak jauh yang dikenal dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) sangat berpengaruh terhadap pembelajaran anak. Mereka yang terbiasa berinteraksi secara langsung mengalami perubahan secara drastis harus dapat menyesuaikan. Penyesuaian yang sangat tak terduga terjadi begitu saja, namun perubahan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi yang dialami. PJJ harus dilaksanakan sebagaimana mestinya agar pembelajaran dapat berjalan walaupun di tengah kondisi seperti ini. Pembelajaran yang memberikan tantangan sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah dan fleksibel. Karena menurut saya pembelajaran secara daring ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Tantangan yang dihadapi bukan hanya oleh pelajar saja, tetapi oleh pengajar yang harus memberikan materi dan berperan sebagai pendidik di tengah kesibukannya, mungkin ada yang sebagai ibu rumah tangga, karyawan kantoran, dll. Menyelesaikan aktivitas di tengah kesibukan terasa membingungkan karena adanya ketidaksesuaian. Bantuan pemerintah sebagai fasilitas pengganti dalam kegiatan belajar dan peningkatan mutu pendidikan era digital dengan memberikan keringanan biaya spp atau perpanjang masa pembayaran, pemberian kuota data, pembelajaran edukasi dari televisi dll. Sebenarnya, situasi yang kita alami tidak sesulit yang dibayangkan karena banyak edukasi-edukasi penting yang diberikan oleh pengajar atau lembaga pendidikan agar meningkatkan kreativitas dan keaktifan pelajar. Banyak anak yang merasa lelah karena harus menatap layar PC atau HP dengan waktu yang cukup lama sehingga kejenuhan dan rasa malas timbul. Terdengar sangat mengerikan sekali bukan ?. Faktanya yang dirasakan memang sangat membosankan apabila dilakukan hanya seperti itu namun pelajar dan pengajar harus dapat mencairkan suasana tersebut sehingga materi tidak terlalu datar dan dapat memperluas pembahasan.

Ditengah pandemi yang kini mulai stabil kita dihadapkan dengan new normal. New normal memberi efek positif dan negatif, karena di situasi yang harusnya dapat menyesuaikan keadaan untuk kembali melakukan aktivitas sebagaimana mestinya memberikan efek samping yang tidak dapat dipungkiri sehingga angka peningkatan Covid19 kembali meningkat. Simulasi pembelajaran secara tatap muka dibeberapa daerah yang dianggap aman justru mengejutkan, karena meskipun tetap diberlakukannya 3M tidak dapat memungkiri bahwa virus tersebut menularkan beberapa pelajar yang melakukan simulasi belajar tersebut. Kejanggalan yang timbul menjadi pertimbangan besar untuk ditindak lanjuti agar menghasilkan keputusan terbaik.

Semakin timbul tanda tanya besar bagaimana semuanya bisa terjadi, apa penyebabnya, dll. Tentunya kalimat tersebut terlontar dari setiap orang. Zona yang dianggap tidak aman dan situasi yang semakin tidak stabil mengacaukan harapan makhluk bumi. Peran sebagai warga negara yang baik adalah tetap produktif dan berkembang menyesuaikan zaman yang beralih ke era digital. Selain era digital ini membawa perubahan besar, era digital juga memberikan tantangan terutama bagi generasi muda untuk mengahadapi masa depan.

Ekonomi kian merosot, manusia menggila karena pendapatan yang semakin menurun namun kebutuhan kian meningkat. Sehingga pejuang pencari nafkahpun harus mundur dan berpikir sejenak untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan. Sisi lain dari kemerosotan ekonomi ialah memberi tantangan berinovasi dan bersuara besar untuk saling bahu-membahu. Perubahan ketidaksesuaian kini bukan menjadi sesuatu yang asing lagi namun menjadi peluang besar yang dimanfaatkan oleh pembisnis untuk melakukan jual beli seperti masker, hand sanitizer, dll. Dengan memanfaatkan peluang yang ada justru membangkitkan semangat mereka yang kurang peduli dan bimbang untuk memulai bisnis. Anak muda yang semakin banyak berkreasi dan berkolaborasi menjawab harapan bangsa untuk menghadapi perjalanan lika-liku dunia. Dilema yang berkepanjangan menjadikan banyak manusia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya, merupakan suatu kebanggaan besar karena semakin banyak manusia yang menebarkan benih kebaikan dalam kehidupan.  

Ditengah keresahan yang dialami terdapat budaya baik yang menjadi tren, yang mana mengajak penduduk bumi untuk menjadi lebih sehat (menjaga kesehatan tubuh, menjaga pola makan, menjaga imun tubuh,mensteril atau membersihkan lingkungan,dll) dengan berolahraga, makan makanan yang bergizi, mengkonsumsi suplemen atau vitamin kekebalan tubuh, dan masih banyak lagi. Selain menjadi sehat penduduk bumi menjadikan minat dan bakat atau hobinya untuk menghasilkan karya bahkan menjadi ladang pencari rezekinya. Dan juga sangat meningkatkan jiwa sosial yang tinggi bagi semua makhluk (berkorban untuk membantu korban Covid19 bahkan kerjasama antar dunia untuk membasmi virus corona).

Hidup yang tak sempurna dan akan sirna menyebabkan manusia yang datang dan hilang silih berganti. Perjalanan panjang yang ditempuh akan menjadi kenangan yang abadi. Tantangan demi tantangan menghiasi hari. Keyakinan pada kelumpuhan yang terjadi akan menimbulkan pelangi. Batu loncatan yang akan hadir untuk menggapai masa depan yang bahagia. Tak sedikit manusia yang mengeluh dan tak sedikit pula manusia yang berusaha. Jangan banyak berseteru hingga timbul masalah baru namun belajarlah dari masa lalu karena hari esok menanti karya terbaikmu. Lalu apa yang sudah kamu lakukan untuk menghadapi masa depanmu?.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana

46 komentar untuk "Keresahan Pandemik Menjadi Tantangan atau Peluang?"

  1. terima kasih artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Artikel yang menarik dan bermanfaat, terima kasih:)

    BalasHapus
  3. Sangat Menarik sekali artikelnya:)
    Terimakasih

    BalasHapus
  4. Nice article, thank you so much. Makes me inspired:)

    BalasHapus
  5. Wahh artikel nya sangattt membantu ya bund:)

    BalasHapus
  6. Aslii nih artikel sangat bermanfaat terimakasih

    BalasHapus
  7. Kren dehhh mbaa, bagusss niii!!

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah, terimakasih semoga bermanfaat yhh

    BalasHapus
  9. Bagus artikelnya dan bermanfaat

    BalasHapus
  10. Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  11. Waah informatif sekali artikelnya

    BalasHapus
  12. Aku pake buat tugas sekolah ya kak

    BalasHapus
  13. Allysya Lailla Bilqiis12 Desember 2020 13.25

    semoga kita tetap terus bergotong royong dalam menghadapi masa pandemi ini, artikel yang menarik jihan

    BalasHapus
  14. Artikelnya keren dan bermanfaat sekali

    BalasHapus
  15. Wahhh terimakasih yah, smoga bermanfaat

    BalasHapus
  16. Artikelnya menarik, informatif, dan bermanfaat, Terima kasih:)

    BalasHapus
  17. Artikelnya menarik, sangat bermanfaat thank you so much

    BalasHapus
  18. Sangat bermanfaat sekali thank you :)

    BalasHapus
  19. Artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus