Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

“New Style for New Era”

Oleh: Kartika Ayu Wulandari*

New era adalah masa transisi dimana masyarakat harus menyesuaikan kehidupan pada saat pandemic covid-19. Pada saat pandemic saat ini presentasi pengangguran meningkat, para pebisnis juga banyak yang harus gulung tikar. Perusahaan yang pada akhirnya harus gulung  tikar dikarenakan: 1) Para pembisnis sulit menyesuaikan pada saat covid-19 ini, 2) Kurangnya inovasi perusahaan saat pendemi saat ini, dan 3) Kurangnya memanfaatkan media digital.

“New Style for New Era”
Foto oleh Erik Mclean dari Pexels

“New Era / New Normal berarti New Reality. Harapan dengan New Era ini kita lebih mempunyai empati terhadap Kesehatan (Healthy Behaviour) dan juga lingkungan (Healthy Environment).  Keadaan ini adalah kesempatan emas untuk membuat paradigma baru dalam dunia startup yang harus mencari solusi ditengah kondisi New Era.

Pada era ini segala sesuatu bergerak dengan cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi dapat diperoleh dimana saja dan kapan saja. Maka dari itu, sebagai entrepreneur kita bisa memanfaatkan suatu kemajuan pada era ini untuk bisnis kita, kita bisa membuat semua masyarakat tau tentang bisnis yang kita bangun dan hal ini bisa ditingkatkan melalui strategi marketing.

Entrepreneur yang baik tentunya bisa melihat peluang dalam segala situasi. Bila seorang pebisnis melihat peluang, segerakan untuk menangkapnya secepat mungkin. Masyarakat tetap akan mengeluarkan uangnya untuk barang kebutuhan, tapi mereka akan memilih mana yang menawarkan value atau benefit yang paling optimal dalam menghadapi isu wabah ini sesuai dengan skala prioritas kebutuhan mereka masing-masing.

"Kalaupun ada pebisnis yang menyadari ada suatu kesempatan, entah itu di bidang pakaian atau makanan, tentunya selalu ada jalan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Isunya adalah bagaimana masyarakat mencari barang tersebut dalam situasi wabah virus. Dengan banyak masyarakat menerapkan self isolation, secara logis penjualan via digital akan meningkat

Di era ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin tinggi. Kualitas dan kinerja manusia juga dituntut menjadi semakin tinggi. Seorang enterpreune   ur harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar dan menjadi lebih baik dengan cepat serta melakukan navigasi yang lincah dan tepat untuk dapat memecahkan setiap masalah.

Menurut saya pada era ini daya Tarik masyarakat untuk berbelanja selain kebutuhan pokok ini hanya menurun Sebagian, yang artinya masyarakat di Indonesia masih memiliki minat untuk berbelanja seperti kebutuhan Fashion.

Sebagai seorang enterpreuneur kita harus bangkit saat pandemic covid ini, jadikan era ini tantangan yang harus bisa dihadapi dan sebagai seorang enterpreuneur dari awal dituntut untuk memiliki inovasi dan kreativitas agar bisnis yang dijalankan terus berjalan dengan sesuai harapan. Sehingga saat pandemic covid ini seharusnya para pengusaha tidak perlu mengkhawatirkan bisnisnya. Seperti judul pada artikel ini yaitu “New Style for New Era” yang maksudnya adalah kita bisa menciptakan style terbaru saat pandemic seperti ini untuk para masyarakat.

Era Digital sangat berkembang baik dari segi apapun dan generasi milenial adalah saksi dari perubahan dari zaman analog ke zaman digital. Di setiap perbedaan generasi pasti mempunyai perbedaan yang sangat berbeda antara generasi milenial dengan generasi X inilah yang membedakan cara melihat teknologi, mengapa harus berbisnis digital di tahun 2020 sangat diuji karena adanya covid-19 yang membuat semua orang dituntut untuk menggunakan teknologi digital, serta strategi bisnis yang berubah. Namun, dari berbagai bidang yang sangat berdampak jatuh karena adanya covid-19, ada beberapa bidang yang terus tetap berkembang.

Strategi sebagai seorang entrepreurneur saat new era seperti ini adalah:

  1. Harus memiliki inovasi. Saat new era seperti ini, banyak perusahaan yang bisa bangkit dengan inovasi. Sebagai seorang entrepreneur tentunya inovasi adalah hal yang penting karena sebelum kita memulai bisnis yang kita jalani, kita harus memiliki inovasi, sehingga untuk membuat inovasi terbaru pun seharusnya bukan hal yang sulit untuk seorang entrepreneur. Sebagai contoh kita membuat suatu produk yang bermanfaat saat new era seperti ini dan inovasi mengatur strategi penjualan saat new era. Menciptakan keunikan produk yang pasti akan diminati oleh konsumen. Salah satu Langkah agar bisnis dapat terus bertahan maka bisnis harus terus mengikuti zaman dan mengembangkan inovasi.
  2. Harus memiliki kreativitas. Sebagai contoh, saat new era banyak masyarakat yang membuat masker dengan motif yang sama dengan baju yang diproduksi, Face Shield yang berguna saat pandemic seperti ini.
  3. Harus meningkatkan skill dalam memanfatkan media digital. Meningkatkan skill digital sangat penting, sebagai entrepreuneur kita harus memanfaatkan media digital dengan baik. Media digital dapat digunakan untuk strategi pemesanan pelanggan. Di media social kita juga dapat melihat yang dapat diminat oleh banyak konsumen.
  4. Harus meningkatkan strategi marketing. Dari segi teori marketing, yang perlu dipikirkan bisa memakai framework dasar dari Kotler yaitu marketing mix berupa product (apa yg ditawarkan), place (dimana mendapatkan), price (tingkat value for money) dan promotion (mendapatkan informasi tentang barang/jasa). Silakan berkompetisi dalam 4 hal ini, untuk bagaimana merebut pasar. Beberapa strategi marketing yang dapat diterapkan, misalnya Menjual produk melalui social media terkini, yang pastinya sering digunakan oleh masyarakat. Bisa juga mempromosikan produk kita melalui iklan-iklan pada media digital yang tersedia. Atau membayar para selebgram untuk mempromosikan produk kita.
  5. Terapkan cara New Era untuk bisnis yang dijalankan. Saat New Era seperti ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk menerima dan menerapkan aturan dalam bisnis yang dijalankan.
  6. Membangun Team Work yang baik saat New Era. Perusahaan yang baik bergantung pada team work dalam perusahaan tersebut, sehingga membangun team work merupakan hal yang terpenting juga untuk meningkatkan bisnisnya.

Style yang dimaksud dalam artikel ini adalah lingkup luas, New Style For New Era berlaku untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang apapun, misalnya dalam bidang fashion, sebagai enterpreuneur kita harus bisa berinovasi dan kreatif dalam membuat produk. Pada masa pandemic seperti ini kita bisa meningkatkan strategi pemasaran, seperti menggratiskan produk masker yang kita produksi, untuk setiap pelanggan yang membeli 1 produk, jadi tujuan menggartiskan ini adalah untuk menarik konsumen dan masker yang digratiskan tersebut merupakan masker yang benar – benar perusahaan kita sendiri yang Kelola, dari segi desain, bentuknya yang nantinya bisa dipasarkan. Dalam bidang kuliner, kita bisa memodifikasi tempat mengikuti New Era yang tetap melindungi para pelanggan dan membuat nyaman pelanggan. Seperti memberikan plastic pembatas untuk setiap meja yang berhadapan. Pelanggan tetap bisa mengobrol dengan temannya secara aman.

Model bisnis inovatif yang baru perlu dipikirkan sehingga pebisnis tetap dapat melayani customer. Apalagi dengan anjuran melakukan self-isolation tentunya memberikan tantangan tersendiri.  Misalnya bisnis dimana karyawan bekerja di rumah; bagaimana proses bisnis tetap berjalan, bagaimana proses produksi barang/dan jasa dapat dijaga dengan melakukan social distancing dan lain sebagainya. Kalaupun bisnis melakukan outsourcing, bagaimana pebisnis kemudian dapat tetap menjamin kualitas barang/jasa. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat dunia kampus.

*Mahasiswa Program Studi Akuntansi (D3) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana 

9 komentar untuk "“New Style for New Era”"