Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Desas-desus Vaksin Covid-19

Oleh: Mutiara Nur Romadani*

Sejak awal tahun 2020 seluruh negara di dunia sedang diresahkan oleh banyaknya kasus Covid-19 yang sudah memakan banyak korban jiwa. Virus ini kali pertama muncul setelah hebohnya pemberitaan bahwa di kota Wuhan, China telah banyak Warganya yang Terinfeksi Virus dan Kemudian mengalami demam Tinggi usai mengunjungi salah Satu Pasar di sana yang menjual aneka Bahan Makanan yang sangat tidak Wajar seperti kelelawar, ular, kodok, dan lainnya, yang membuat para pemakannya Terjangkit virus baru yaitu virus yang mirip dengan Virus SARS yaitu Covid-19 atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau biasa disebut Virus Corona.

Desas-desus Vaksin Covid-19

Indonesia sendiri pertama Mengkonfirmasi  adanya virus Corona pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus pertama tersebut diduga berawal dari 2 orang perempuan di Kota Depok,Jawa barat yang sedang bertemu dengan Warga Negara Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia saat berdansa bersama. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta pada 14 Februari. Di  saat warga Indonesia sedang gencar-gencarnya menganggap bahwa Indonesia kebal Corona maka berubah mendadak menjadi panik dan waspada akan adanya Virus yang menyerang mereka.

Akibat munculnya kasus Virus pertama ini, Presiden Joko Widodo dan pemerintah lain pun melaksanakan kebijakan PSBB atau (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Jakarta pada pertama kalinya dan disusul oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Kebijkan ini tentu saja mempunyai maksut agar Jalur Rantai Virus dapat diputus dan tidak cepat menyebar,namun disamping manfaat juga ada kekurangan dari adanya kebijakan ini. Diantaranya adalah masyarakat terpaksa harus mengurung diri dirumah sepanjang hari,segala rencana aktivitas dan kegiatan harus dibatalkan,dan perekonomian Indonesia yang melambat karena Kurangny Interaksi dari Masyarakat. di tengah Pandemi yang tak kunjung reda selama hampir 9 bulan ini Masyarakat pun sudah sangat jenuh akan adanya Lock Down di berbagai tempat di Indonesia,khususnya sejak Indonesia mengalami Krisis Ekonomi tahun 2020.banyak perusahaan atau UKM yang dirugikan dengan adanya kebijakan PSBB ini karena membuat banyak orang harus berminggu-minggu berada di dalam rumah.jangankan untuk belanja keluar rumah,untuk beribadah saja Masyarakat terpaksa harus menghindari beribadah secara berjamaah.

Sejak ekonomi Indonesia menurun,  pemerintah menurunkan kebijakan New Normal yaitu adalah kebijakan dimana di Saat pandemic Covid-19 ini Setiap orang diperbolehkan untuk keluar rumah dan melakukan aktivitas seperti biasa namun dengan Batasan dan harus menepati Protokol Kesehatan, seperti memakai masker,menjaga jarak 1 meter,dan mencuci tangan menggunakan sabun atau memakai hand Sanitizer.dengan Peraturan baru ini masyarakat akan sedikit merasa lebih bebas dan dapat lebih leluasa dalam bepergian dan menjadikan sedikit demi sedikit perekonomian Indonesia mulai naik Kembali,namun hal ini tentu juga menjadikan masyarakat merasa lebih bebas usai adanya PSBB yang telah mengurung mereka berbulan-bulan. Akibatnya, masyarakat akan lebih lalai terhadap salah satu protokol Kesehatan yaitu menjaga jarak dan tetap dirumah selama Pandemi meskipun tetap mayoritas memakai masker.

Sudah hampir selama satu tahun sejak keberadaan virus Corona di Dunia,dan sudah banyak Lembaga-lembaga Kesehatan yang  melakukan penelitian dan Riset tentang  Virus Tersebut ,namun hingga kini belum juga ada Pastinya kapan  sekiranya seluruh masyarakat dapat bebas beraktivitas seperti sedia kala. belum lama ini sekiranya ada kabar bahwa telah ada peneliti dari beberapa Perusahaan Farmasi raksasa yang telah mencoba mencari vaksin dari Covid-19 ini yaitu diantaranya Pfizer (PFE) yang bekerjasama dengan BionTech (BNTX),Moderna (MRNA),Johnson&Johnson.ada banyak perusahaan baik dalam maupun luar negeri yang telah mencari obat dari corona virus dan selebihnya dikabarkan telah menemukannya. Dan beberapa waktu lalu ada kabar bahwa Presiden Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara (Kim Jong Un) akan menerima ujicoba Vaksinasi Covid-19 asal China.

Lalu untuk Indonesia sendiri kapan akan Mulai vaksinasi? Menurut info dari CNBC Indonesia, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan Bahwa di Indonesia sendiri telah izin penggunaan darurat untuk memulai Vaksinasi massal pada Akhir tahun 2020 ini. Dalam wawancara  dengan Reuters ,Jokowi mengatakan sudah ada rencana lanjutan untuk mendistribusikan Vaksin ke seluruh Negeri. Dapat diketahui bahwa saat ini perusahaan farmasi dunia sudah banyak yang menemukan Vaksin Covid-19 dan sedang melalui tahap Penyempurnaan. Ada juga beberapa yang sudah melalui tahap Perizinan untuk di edarkan dan sedang di tahap persiapan. Jalur distribus juga sudah mulai siap. Dari Indonesia sendiri mengimpor banyak vaksin dari Luar negeri yang nantinya akan Di Simpan di pabrik milik Indonesia yaitu PT Bio farma.

Menurut Elizabeth di Siaran Resminya Senin 30 November 2020, berkata bahwa Darimanapun asal vaksinnya itu nanti, akan melalui pabrik vaksin kita di PT Bio Farma. Mereka sudah mempunyai armada untuk menerima dan mendistribusikan vaksin. Jadi kita sudah punya depo-depo vaksin. Kemudian Provinsi sudah memiliki cold room, atau lemari penyimpanan khusus.

Disamping manfaatnya,tentunya vaksin memiliki Efek samping yang juga ditakutkan oleh pemakainya. seperti apakah Efek sampingnya dan apakah Berbahaya untuk tubuh manusia? Seperti vaksin yang berasal dari 2 Perusahaan Farmasi terbesar di Dunia yaitu Pfizer dan Moderna,mereka dalam menciptakan dan menemukan Vaksin dan menguji ke akurataannya tentu saja menggunakan bantuan dari Relawan ujicoba. proses penyuntikannya itu seperti biasanya akan dilakukan 2 kali per satu orangnya,CDC (Centers of Disease Controls) memperingatkan bahwa Suntikan yang kedua memiliki efek samping yang luar biasa.

Berdasarkan Info dari seputar tangsel.com Beberapa peserta uji coba vaksin virus Covid-19 Moderna dan Pfizer mengatakan kepada CNBC pada bulan September bahwa mereka mengalami demam tinggi, nyeri tubuh, sakit kepala parah, kelelahan sepanjang hari, dan gejala lainnya usai disuntik vaksin tersebut.

Tentu saja cukup mengganggu apabila dalam proses Vaksinasi akan mengalami gejala efek samping tersebut. Namun gejalanya untuk setiap orang tentu berbeda-beda , ada yang mengalami demam tinggi hingga nyeri,ada yang mengalami migrain tapi tidak mengalami demam,ada juga yang mengalami kelelahan. Setiap vaksinasi efek sampingnya tergantung bagaimana masing-masing orang merasakannya, namun tentu saja efek samping tersebut hanya berlangsung sementara. Dibanding rasa nyeri dan sakit kepala,tentu saja itu lebih baik daripada harus terpapar Virus Covid-19.

Beberapa Negara termasuk Indonesia sudah ada yg siap untuk mendistribusikan Vaksin Sebelum tahun 2021 tepatnya di bulan Desember 2020, sangat diharapkan untuk Segala prosedur untuk proses tersebut segera selesai dan Segala hal sudah dipersiapkan dengan matang. Apabila segalanya sudah siap,maka pemerintah siap mendistribusikan Vaksin tersebut ke seluruh pelosok Nusantara. Namun dalam proses itu tentu saja mempunyai Prioritasnya yang diatur sesuai daerahnya masing-masing,yang pastinya para Tenaga Kesehatan lah yang patut menerima Prioritas dalam Vaksinasi. karena Tanpa ada mereka Para pasien tidak dapat sembuh dan pulih dengan sendirinya.

Seperti jelas Dirga dalam acara Kebaikan Vaksin Pulihkan Indonesia Selasa 1 Desember 2020, Menurutnya Kita harus sadari bahwa vaksin itu tidak seketika menghilangkan pandemi karena adanya tantangan pembuatan vaksin, karena tidak mudah dan kapasitasnya terbatas, adanya ambang cakupan yang harus dipenuhi, jadi secara teoritis 60-70 persen penduduk harus divaksinasi.

Walaupun sudah banyak kabar tentang adanya harapan vaksinasi di Indonesia, namun ada atau tiadanya Vaksin Covid-19 diharapkan seluruh Masyarakat harus tetap menjaga Kesehatan dan mematuhi protocol Kesehatan. Yaitu tetap memakai Masker, Rajin mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak, dan hindari Kontak langsung dengan orang lain. Dan tentu saja diharapkan dengan patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan dan segera hadirnya vaksin  Virus Covid-19 di Indonesia maka akan menjadikan segala aktivitas menjadi seperti semula khususnya diharapkan bahwa perekonomian Indonesia menjadi pulih kembali seperti sedia kala. Sejatinya  kebersihan adalah pangkal kesehatan maka kita juga harus sadar betapa pentingnya kebersihan terhadap kehidupan kita. Yuk sobat dunia kampus jaga kesehatan selama masa pandemi.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana 

41 komentar untuk "Desas-desus Vaksin Covid-19"

  1. Artikel nya menarik dan bermanfaat, terima kasih:)

    BalasHapus
  2. artikelnya bermanfaat dan menarik, terima kasih

    BalasHapus
  3. Artikel yang sangat menarik, terimakasih

    BalasHapus
  4. artikelnya menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  5. artikel yang menarik dan mengedukasi para pembaca✨

    BalasHapus
  6. Artikelnya inspirasi dari saya wkwkwkwk

    BalasHapus
  7. Terimaksih untuk informasinya dan ini Artikel yg bagus 😍😍

    BalasHapus
  8. Artikel nya menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  9. Artikelnya sangat menarik, mudah di pahami dan bermanfaat. Terimakasih:)

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Artikelnya keren dan menarik sekali ✨

    BalasHapus
  12. Artikel yang bermanfaat bagi masyarakat yang masih rancu dengan vaksin, keren. Semangat selalu, Mutiara

    BalasHapus
  13. artikelnya menarik dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  14. Allysya Lailla Bilqiis21 Desember 2020 19.35

    artikel yang sangat bagus, semoga negara kita dan di seluruh dunia segera terlepas dari masa pandemi ini Aamin..

    BalasHapus
  15. Terimakasih Mutia artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  16. Kereen artikelnya dan bermanfaat

    BalasHapus