Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Apa Sih Tantangan Belajar Daring?

Oleh: Anissa Nurmalahayati*

Seperti yang kita ketahui, masuknya era globalisasi di mana semua akan terus berkembang tanpa henti mengikuti zamannya. Globalisasi itu sendiri artinya proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan. Hal yang paling terlihat dari adanya globalisasi adalah segi penggunaan teknologi khususnya di dunia pendidikan teknologi sangat berperan penting sebagai media pembelajaran. 

Apa Sih Tantangan Belajar Daring?

Di zaman yang super canggih ini pelajar dapat menuntut ilmu hanya di sekolah tetapi dimana saja. Salah satu contoh globalisasi yang kita rasakan saat adanya pandemi covid-19 seperti ini, aktivitas dan event yang dihentikan terutama kegiatan belajar mengajar di sekolah guna mengurangi virus agar tidak meluas. Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan agar sekolah dan perguruan tinggi meniadakan kegiatan secara tatap muka secara langsung dan menggantinya dengan metode daring (dalam jaringan).

Menuntut ilmu secara online tentunya memiliki tantangan tersendiri karena dianggap lebih bebas dan fleksibel. Peserta didik justru dituntut agar memiliki komitmen untuk melakukan pembelajaran secara mandiri di rumah. Selain itu tentunya perangkat teknologi berupa smartphone atau laptop peran penting dalam hal ini. Adapun cara agar pembelajaran secara online dapat dilakukan dengan efektif yaitu kelola waktu dengan baik dan tidak mengulur proses pengerjaan tugas, mencari tempat yang nyaman karena itu merupakan kunci agar tetap fokus, siapkan media pembelajaran yang dibutuhkan seperti gadget, buku tulis serta jaringan internet yang stabil. selanjutnya komunikasi dengan pengajar dan teman-teman untuk diskusi tugas. Paling penting untuk diterapkan saat pandemi ini adalah jaga kebersihan, tidak lupa untuk membersihkan perangkat pembelajaran.

Dengan adanya kebiasaan baru dalam menuntut ilmu  yang serba online ini, kita harus bisa beradaptasi serta mengikuti pelajaran dengan baik.  Adanya covid-19 ini bukan menjadi penghalang untuk menuntut ilmu.  Walaupun tidak dapat bertatap muka kita harus tetap semangat.  Banyaknya kegiatan di dunia pendidikan yang menggunakan sistem online dengan aplikasi atau platform seperti zoom, google meet, google classroom, bahkan grup di media sosial.  Terlepas dari hal itu tidak membuat kita seenaknya dikarenakan tidak bertatap muka secara langsung.  Etika dalam berperilaku pun harus dijaga dalam proses belajar online.

Pertama, etika dalam menuntut ilmu secara online yang harus diperhatikan, salah satunya yaitu disiplin.  Sikap ini merupakan cerminan bahwa kita orang yang menghargai waktu dan mematuhi sesuatu sesuai nilai atau aturan yang berlaku. Dengan adanya sikap disiplin antar peserta didik  maka pembelajaran pun akan efektif.  Waktu yang digunakan tidak terbuang sia-sia sehingga penyampaian materi akan berlangsung lancar dan dapat diterima dengan baik.  Peserta didik harus menyiapkan segala sesuatu agar tetap on-time dan tidak terlambat.

Kedua, penggunaan bahasa yang sopan sangat penting dalam proses belajar.  Hendaknya selalu diperhatikan setiap kalimat yang akan disampaikan, apakah pantas atau tidak.  Jika pada saat video conference berlangsung dan ada keperluan mendadak sebaiknya izin terlebih dahulu dengan sopan untuk menghargai pemberi materi. Apabila ada pertanyaan sebaiknya peserta didik menyapa dan dan mengucapkan salam kepada pemberi materi dengan wajah yang tersenyum manis, karena hal itu dapat memberi suasana yang hangat. Lalu tidak lupa juga untuk mengucapkan terima kasih.

Ketiga, dalam pembelajaran online harus disiapkan media yang akan digunakan seperti smartphone atau laptop, alat tulis untuk mencatat materi serta jaringan internet.  Diharapkan jaringan internet yang stabil untuk menunjang kegiatan belajar. Saat pembahasan materi sebaiknya diperhatikan dengan benar, tidak boleh membuka aplikasi lain yang tidak diperlukan.  Harus tetap fokus layaknya sedang belajar secara tatap muka. Sebab jika tidak diikuti maka dapat tertinggal dan materinya pun akan menumpuk.

Keempat, belajar dengan tatap muka secara virtual menjadikan kita terbatas dalam bertanya,  berpendapat, menyanggah dan lain-lain.  Hal itu harus dilakukan sesuai etika yang ada.  Biasanya jika kita belajar secara langsung kita hanya perlu tutup mulut dan mendengarkan orang yang berbicara.  Namun jika secara online, kita harus mute mikrofon jika tidak digunakan untuk menghindari masuknya suara-suara di sekitar yang tertangkap tanpa disadari.  hindari segala macam distraksi yang berpotensi mengganggu proses belajar.

Terakhir dan yang paling penting adalah harus menggunakan pakaian yang pantas dan sesuai kriteria.  apabila diadakan dress code maka harus dipatuhi agar tetap kompak dalam menuntut ilmu. Penampilan harus diperhatikan karena hal itulah yang pertama kali dilihat orang lain.  Sebaiknya tidak menggunakan kaos atau pakaian santai untuk menghormati pengajar. Penampilan yang rapi juga dapat mempengaruhi mood untuk belajar.

Mengingat proses pembelajaran ini tidak dilakukan secara tatap muka langsung, banyak peserta didik yang menganggap sepele atau remeh, padahal pandemi ini bukan menjadi penghalang untuk menuntut ilmu.  Dengan tetap menjaga etika dalam belajar secara online diharapkan dapat diterapkan agar berjalan efektif serta nyaman guna mencapai cita-cita yang dituju.  Momen seperti ini juga untuk mengasah kemandirian, tanggung jawab serta keterampilan komunikasi daring yang dilaksanakan.

Mengubah cara belajar dari sistem klasik menjadi sangat modern dengan mengandalkan teknologi sudah pasti tidak semuanya siap menghadapi itu. Selain itu kemampuan orang tua, kesiapan pemerintah serta kemampuan pengajar untuk memberi materi dengan cara yang baru juga cukup mengkhawatirkan.  Semestinya pembelajaran daring terutama untuk anak usia dini  yang baru memulai pembelajaran, bukan hanya pengajar mengirim tugas untuk dikerjakan di rumah melainkan benar-benar seperti di kelas namun menggunakan teknologi. Dari segi kuota dan jaringan juga menjadi suatu permasalahan dalam sistem seperti ini.  Tidak sedikit orang tua yang mengeluh akan kuota yang digunakan, dengan cepat pemerintah merespon keluhan tersebut.  Pemerintah memberikan kuota gratis kepada peserta didik untuk menunjang proses pembelajaran.  Manfaat dari model pembelajaran daring adalah orang tua dapat mengawasi anak-anaknya belajar di rumah, membuat peserta didik dan pengajar menjadi paham teknologi, mempercepat era 5.0, meningkatkan kemampuan di bidang ilmu teknologi, peserta didik juga menjadi kreatif dalam menyelesaikan tugas serta dapat mengkondisikan diri senyaman mungkin untuk belajar tanpa aturan yang formal. Faktor keberadaan fasilitas pendukung juga menjadi sangat sentral bagi keberhasilan belajar daring. Jika peserta didik tidak bisa difasilitasi peralatan pendukung seperti ponsel, laptop atau bahkan jaringan internet, peserta didik akan sulit mengikuti pembelajaran.

Dengan demikian, tantangan tersendiri untuk menghadapi pandemi seperti ini, kita dituntut untuk beradaptasi dengan situasi dan teknologi. Kelebihan dari pembelajaran sistem daring yaitu fleksibel serta lebih melatih tanggung jawab, kreatif dan juga mandiri sehingga membentuk pribadi yang lebih percaya diri. Tak dipungkiri, kekurangannya adalah dari segi fasilitas seperti perangkat seluler, kuota dan juga jaringan yang stabil. Hal tersebut harus tetap dijalankan oleh peserta didik. Diharapkan dengan adanya situasi ini tetap mengambil sisi positifnya, peserta didik memiliki etika yang baik walaupun pembelajaran secara daring serta menjadi individu yang dapat bersaing dalam pemanfaatan teknologi di era globalisasi.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Posted by Dedi Purwana 

35 komentar untuk "Apa Sih Tantangan Belajar Daring?"

  1. terima kasih, artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali✨

      Hapus
  2. Balasan
    1. alhamdulillah, terima kasih��

      Hapus
  3. Daffa Syalsabila13 Desember 2020 21.01

    Sangat menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih bella✨

      Hapus
  4. Artikelnya menarik sekali dan bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, terima kasih rahma✨

      Hapus
  5. Artikel yang bermanfaat dan menambah wawasan

    BalasHapus
  6. Bagus banget sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, terima kasih galuh✨

      Hapus
  7. Balasan
    1. terima kasih araa��

      Hapus
  8. Artikel yang menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  9. keren bangett ditunggu tulisan berikutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapp, terima kasih shakilaa✨

      Hapus
  10. Artikel yang menarik dan bermanfaat, terima kasih:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali dewi✨

      Hapus
  11. Artikelnya keren dan bermanfaat sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih nabiilah✨

      Hapus
  12. artikelnya sangat menarik annisaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih intan✨

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. artikel sangat bermanfaat dan menarik ✨

    BalasHapus
  15. Allysya Lailla Bilqiis21 Desember 2020 19.42

    artikel sangat bagus dan menarik sekali��

    BalasHapus