Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting 1

Bantu UMKM Naik Kelas

Pandemi telah porak porandakan sendi-sendi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Lebih dari setahun, kita semua merasakan dampak yang ditimbulkan wabah satu ini. Virus kecil ini mampu meluluhlantahkan utamanya bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Tiga indikator yang menjadi penentu kemakmuran dan kesejahteraan negara. 

bantu umkm naik kelas

Dampak pada sektor pendidikan misalnya adalah resiko learning loss yang dirasakan seluruh siswa dan mahasiswa akibat perubahan pola pengajaran dari luring ke daring. Learning loss lebih beresiko bagi siswa PAUD dan kelas awal Sekolah Dasar. Saat yang sama, anggaran negara terkuras habis untuk atasi kesehatan masyarakat demikian pula halnya untuk pembiayaan penyelamatan ekonomi.

UMKM beguguran karena tidak sanggup membiayai beban operasional. Pelaku UMKM juga telat melakukan antisipasi akibat terjangan pandemi yang tidak pernah terprediksi sebelumnya akan muncul. UMKM yang tidak siap terpaksa mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah atas situasi ekonomi yang tidak pasti.

Sementara UMKM yang siap berupaya merubah business prosesnya dari semula offline menjadi online. Mereka sangat berharap perubahan model bisnisnya akan mampu mengembangkan usaha atau minimal mampu bertahan selama pandemi. Meski kita juga tidak yakin entah sampai kapan pandemi ini berakhir.

Pada dasarnya bisnis online seharusnya disiapkan oleh pelaku UMKM terlepas ada atau tidaknya pandemi. Ini sebuah keniscayaan yang harus harus diterapkan UMKM manakala mereka ingin berkembang. Sebelum pandemi pun terjadi pergeseran pola konsumsi konsumen. Tren berbelanja online meningkat pesat jauh sebelum pandemi hadir. Perkembangan teknologi digital berperan terhadap perubahan pola belanja tersebut. Revolusi industri 4.0 bukan lagi sebatas wacana. Namun telah hadir nyata disegala aspek kehidupan.

UMKM tidak bisa lagi berpangku tangan. Inovasi dan kreatifitas dalam berbisnis dengan memanfaatkan teknologi digital harus diakui sebagai kunci sukses bisnis mendatang. Internet of Things (IoT), big data, digital marketing, sharing economy, 3 D printing, e-commerce, digital market place adalah ciri bisnis di era 4.0. Saatnya UMKM harus go digital. Itu juga yang menjadi harapan pemerintah kepada para pelaku UMKM agar mereka naik kelas. UMKM tidak bisa lagi hanya sebagai penonton tapi harus mampu pelaku bisnis digital untuk mendukung kinerja bisnis.

Saat pandemi seperti ini pelaku UMKM dapat memanfaatkan marketplace jual beli online. Memanfaatkan platform ini lebih efisien bila dibandingkan dengan membangun sendiri toko online yang memerlukan biaya tidak sedikit. Tersedia banyak marketplace yang menyediakan fasilitas toko online, sebut saja Bukalapak, Lazada, Tokopedia, dan lain sebagainya. Setiap marketplace tentunya memiliki keunggulan masing-masing. Pilihan ada pada pelaku UMKM yang berminat bergabung dengan menyesuaikan kondisi UMKM itu sendiri.

Dalam upaya turut membantu UMKM naik kelas, segelintir dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta berinisasi membantu meningkatkan kinerja UMKM DKI Jakarta melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Dari kegiatan tersebut, lahirlah lapaksenggol.com - marketplace gratis untuk para pelaku UMKM memasarkan barang dan jasa yang mereka produksi. Lapaksenggol.com didesain sesederhana mungkin agar pelaku UMKM yang tanpa pengetahuan teknologi informasi pun dapat berinteraksi dengan pembeli secara online. Cara daftar yang tidak ribet menjadi andalah marketplace yang satu ini.

Layanan lapaksenggol.com tidak hanya menyediakan space bagi para pelapak, namun tim dosen yang mengelola platform ini memberikan layanan jasa konsultasi pula. Melalui kegiatan ini, kampus diharapkan tidak lagi dicap sebagai menara gading yang asyik dengan dunianya sendiri sehingga tidak memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat. Nah bagi  sobat dunia kampus 4.0 yang sudah memiliki bisnis dan ingin berkembang, silakan mendaftar sebagai pelapak di lapaksenggol.com


3 komentar untuk "Bantu UMKM Naik Kelas"

  1. Terima kasih prof, semoga pandemi ini segera berlalu, dan para pelaku UMKM dapat kembali bangkit dari keterpurukan selama pandemi.

    BalasHapus